oleh

STAI DDI Mangkoso Gelar Kegiatan Seminar Internasional Sehari

SUARAKEADILAN – Fakultas Tarbiyah dan Syariah STAI DDI Mangkoso menggelar kegiatan Seminar Internasional selama satu hari. Seminar tersebut bertajuk “Santri dulu, kini, dan akan datang tangtangan dan peluangnya”. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai wujud kecintaan mahasiswa STAI DDI Mangkoso pada ilmu pengetahuan.

Peserta dalam kegiatan tersebut adalah Mahasiswa dan para pengawai yang berada di linkup Pemkab Kabupaten Barru dan para Santri. Kegiatan berlangsung di Aula Kampus 1 lantai 1 Pondok Pesantren DDI Mangkoso – Barru. Senin, (14/11/2018).

Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut adalah Dosen Victoria University Of Wellington New Zealand Faried F. Seanong, MA.,MA., Ph.D. dan Dosen UIN Makassar Dr. Aisyah Arsyad L.,MA. Dan dipandu oleh moderator Dr. Andi Muhammad Akmal (Dosen UIM).

Ustadz Muhammad Agus, M.Th.I selaku Ketua Panitia mengatakan, bahwa semangat dari kegiatan Seminar Internasional tersebut adalah untuk menambah wawasan ke-Islaman dan moment untuk berkumpul dan sillaturrahim antar Alumni STAI DDI Pondok Pesantren Mangkoso.

“Kegiatan ini adalah untuk menambah wawasan ke-Islaman dan moment sillaturrahim alumni STAI DDI Pondok Pesantren Mangkoso,” ujar Ustadz Muhammad Agus dalam sambutannya dalam kegiatan Seminar Internasional.

Agus dalam sambutannya juga mengutip sebuah syair yang dimuat dalam kitab Ta’lim Mutaallim. Yang pada intinya menjelaskan, bahwa sesuai dengan kesungguhannya seseorang akan mendapatkan apa yang diopsesikannya atau dicita-citakannya.

Salah satu pembicara yang bernama Aisyah Arsyad adalah alumni Pondok Pesantren DDI Mangkoso. Sehingga Aisyah lebih banyak bercerita dan bernostalgia serta napaktilas tentang kisah-kisah pada saat masih menjadi santri dan memiliki hobbi mempelajari tafsir Al-Qurtubi. Aisyah juga  termasuk santri yang aktif membaca di perpustakaan, sehingga banyak literatur-literatur Islam yang dikuasai. setelah lulus Aisyah melanjut kemudian melanjutkan pendidikanya di luar negeri.

“Tidak semua yang berasal dari barat itu jelek, sekalipun barat terkenal dengan pemikiran liberalnya. Sebagaimana tidak semua yang berasal dari timur tengah itu baik, sekalipun kita harus akui bahwa timur tengah sangat banyak memberikan kontribusi pemikiran ummat Islam khususnya di Indonesia. Keberhasilan seseorang tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intlektual tapi juga harus mempunyai loyalitas dan dedikasi yang tinggi. Saya senang dan bangga terhadap barat karena mampu sebagai katalisator atau Negara yang mempunyai shahwat tinggi memberikan beasiswa berprestasi,” ujar Aisyah Arsyad.

Sementara itu, Faried F. Seanong selaku pemateri kedua memberikan penjelasan tentang pentingnya sebuah sanad (silsilah) dalam ilmu pengetahuan. meskipun Faried bukan bagian dari alumni Pondok Pesantren DDI Mangkoso, tapi Faried merasa bagian dari keluarga besar. Karena Faried berguru dan diajar oleh AG. Dr. Sanusi Baco, Lc. alumni Pondok Pesantren DDI Mangkoso.

“Sekalipun saya bukan alumni Pondok Pesantren DDI Mangkoso, tapi saya diajar oleh AG. Dr. Sanusi Baco, Lc. yang sekarang sebagai ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan adalah alumni Pondok Pesantren DDI Mangkoso. Waktu itu Sanusi Baco mengajar di Pondok Madinah ditempat saya belajar. Dalam hidup ini yang paling urgent kita harus mampu memberikan kontribusi atau sumbangsih dalam masyarakat. pungkas Faried. (SBR).

Loading...

Baca Juga