oleh

PPWI dan Sekber Pers Indonesia Kecam Kriminalisasi Wartawan di Sumut

SUARAKEADILAN – Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) dan Sekber Pers Indonesia mengecam keras kriminalisasi wartawan dan warga masyarakat yang diduga dilakukan oleh oknum Kapolda Sumut.

Karena pernyataan atau tulisan yang disampaikan oleh warga tersebut yang menilai Kapolda mereka tidak becus bekerja dan patut dicopot.

PPWI dan Sekber Pers Indonesia, prihatin dan mengecam keras program kriminalisasi wartawan dan warga masyarakat. Yang dilakukan oleh oknum Kapolda Sumut karena pernyataan atau tulisan yang disampaikan oleh warga tersebut. Mereka menilai Kapolda mereka tidak becus bekerja dan patut dicopot.

“Salah satunya, terkait dengan kasus penanahan wartawan atas nama Muhammad Yusro Hasibuan di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. Sebagaimana banyak diberitakan media,” kata Ketua Sekber Pers Indonesia, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, kepada Wartawan Sabtu (8/12/2018).

Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu juga mengingatkan kepada Kapolda Sumut. Agar jangan sekali-kali berlaku zalim terhadap warga masyarakat di negeri ini.

Menurut Wilson, sebab mereka adalah pembayar gaji. Rakyat yang menyediakan rumah dinas, kendaraan dan segala fasilitas Kapolda. Rakyat yang membelikan segala kebutuhan hidup Kapolda dan keluarganya. Termasuk isi perut dan celana kolor yang dipakai sehari-hari.

“Sebelum Kapolda melakukan penangkapan terhadap warga yang melontarkan kritik kepada Anda maupun institusi yang Anda pimpin. Tiliklah terlebih dahulu ke dalam seragam Polisi yang dipakai itu. Semua benang yang melekat di tubuh Kapolda hingga ke penutup selangkangan Anda, seluruhnya adalah hasil keringat rakyat. Yang rela diserahkan kepada negara untuk digunakan membelikan pakaian bagus Anda tersebut,” ujar Alumni Pascasarjana bidang Global Ethics dari Birmingham University, England. (NVD)

Loading...

Baca Juga