oleh

Asosiasi Guru AGPAII Kota Parepare Ikuti Jalan Santai Kemenag Sulsel

SUARAKEADILAN – Sebanyak 60 anggota AGPAII kota Parepare meriahkan Jalan Santai Kerukunan HAB Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan. Selain berpartisipasi dalam kegiatan Kemenag tingkat provinsi, keikutsertaan mereka dalam acara ini untuk silaturahmi.

H Muhammad Dahlan SPdI MPdI selaku Ketua Asosiasi Guru Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kota Parepare membawa anggotanya megikuti jalan sehat kerukunan dalam rangka memeriahkan Diesnatalis atau dirgahayu hari amal bakti (HAB) yang ke 73 lingkup provinsi Sulawesi Selatan. Acara ini digelar di lapangan Karebosi Makassar. Minggu (6/1/2019).

“Keikutsertaan anggota AGPAII kota Parepare tidak terlepas dari semangatnya para guru agama Islam Kota Parepare. Untuk selalu aktif berpartisipasi disetiap moment yang direalisasikan Kemenag. Baik tingkat kabupaten atau kota, maupun provinsi,” kata Muhammad Dahlan kepada suarakeadilan.id, Minggu (6/1/2019).

Dahlan ingin merobah pradigma masyarakat, khususnya kepada guru agama. Menurutnya, nasyarakat terkadang menganggap guru agama hanya mengaji, baca doa, barzanji, khobatbah dan azan saja. Padahal sebenarnya tidak seperti itu.

Baca Juga :  Pahami Islam Wasathiah Agar Tidak Terjebak Faham Radikal

“Dalam kontek kekinian, guru agama harus multi talenta. Tidak boleh guru agama kurang pergaulan, pengalaman. Hal itu dapat merusak citra guru agama itu sendiri,” jelasnya.

Guru Agama, khususnya kota Parepare, harus humanis dalam berintraksi dengan peserta didik ,wali murid serta masyarakat. Karenanya, agar guru Agama mendapatkan dukungan yang positif, mereka harus mengedepankan dedikasi dan loyalitas. Sebagai pendidik yang mencerdaskan generasi bangsa Indonesia yang kita cintai bersama.

Kepada suarkeadilan.id, Dahlan meminta semua pihak agar advokasi terhadap guru agama lebih ditingkatkan lagi. Selama ini, sudah banyak guru agama yang terkadang dikriminalisasi oleh sebagian oknum. Ini terjadi karena kurangnya pengetahuan tentang regulasi-regulasi yang berkaitan dengan pendidik dan tenaga kependidikan. (SUB)

Loading...

Baca Juga