oleh

IGI Kota Parepare Gelar Seminar dan Workshop Internet Islami

SUARAKEADILAN –  Ikatan Guru Indonesia Kota Parepare (IGI Kota Parepare) menggelar Seminar dan Workshop. Acara tersebut dilaksanakan di Balai Ainun Habibie kota Parepare selama 2 hari, Selasa-Rabu, (26-27/2/2019).

Ketua Panitia Sudirman Manda menjelaskan, Seminar mengangkat dua materi yakni ‘Tantangan Guru dalam Era Tech 4.0 dan Menyongsong Society 5.0’, serta ‘Internet dalam Pandangan Islam’. Sementara workshop yang digelar ini dipastikan bernilai SKP tinggi, mencapai 32 jam dengan empat materi. Masing-masing; pengantar cloud computing, collaboration with Google Drive, optimizing android device, dan Google Classroom”. Seminar dan workshop ini juga untuk memeriahkan HUT ke-59 Kota Parepare.

Acara ini dihadiri Leader Google Educator Group (GEG) Sulsel Amal Hasan, Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikbud Ir Sri Renani Pantjauti, MPA, dan pembina IGI Kota Parepare Erna Rasyid Taufan.

Acara akan dipandu oleh pelatih nasional IT IGI Anshar,S.Kom.,M.I.Kom., yang juga Duta Internet Baik, mahasiswa UNM, UMPAR, STAIN, guru SD, SMP, SMK se Kota Parepare dan Se Kabupaten Pinrang.

Baca Juga :  Ketua Tanfiziyah PWNU Sulsel Ingatkan Pentingnya Menjaga Ukhuwah

Sudirman menyampaikan apresiasi terimakasihnya kepada Pemkot Parepare. Khususnya Walikota Parepare Taufan Pawe, dan Wakil Walikota Pangerang Rahim atas digelarnya kegiatan ini.

“Keduanya menunjukkan perhatian yang luar biasa terhadap kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan IGI Kota Parepare. Utamanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menegaskan eksistensi Parepare sebagai Kota Pendidikan,” kata Sudirman.

Sementara Erna Rasyid Taufan dalam paparannya menjelaskan ” internit dalam perspektif Islam”. Menurutnya, empat belas abad yang lalu Nabi Muhammad SAW sudah mengajarkan kepada umatnyauntukselalu menuntut ilmu.

“Salah satu sabdanya yang sangat populer, ajarlah anakmu ilmu pengetahuan yang canggih penuh dengan novelti (kebaharuan-red). Karena mereka akan hidup pada suatu zaman yang bukan zaman kita hidup didalamnya. Terkadang ada orang tua yang sangat protektif sekali kepada anaknya. Sehingga anak tidak dapat mengekplorasi ilmu pengetahuan. Karena tekanan yang tidak berdasar dari orang tua,” papar Erna Rasyid Taufan.

Baca Juga :  Erna Rasyid Taufan Tidak Datang Untuk Berbagi Sembako Atau Uang

Di era sekarang ini, harus mendukung generasi muda untuk berkreasi dan berinovasi. Agar mereka bisa beradaptasi dengan perkembangan dan kemajuan zaman. Orang tua punya tanggung jawab untuk mengontrol anak-anaknya dalam mengunakan internet. Supaya pemikirannya tidak terkontaminasi dengan paham-paham radikal, libral, sekuler.

“Karena dengan kemudahan mengakses informasi, biasanya mereka tidak biasa mensortir berita atau informasi yang layak untuk dikomsumsi. Disamping itu, kita perlu untuk mengajari anak kita tentang bahaya informasi hoax atau fitnah. kata Erna Rasyid Taufan. (SUB)

Loading...

Baca Juga