oleh

Logika Agama Berlindung Atas Dua Permohonan Iblis Yang Dikabulkan

Dua Permohonan Iblis Yang Dikabulkan Tuhan. Oleh : Subairi, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mukhlisin DDI Paria

Setelah Allah SWT, menyatakan iblis sebagai makhluk terkutuk dan akan kekal berada di neraka, maka iblis menyampaikan dua permohonan kepada Allah SWT. Yang pertama, “iblis meminta kepada Allah SWT, agar bangsa iblis tidak dimatikan kecuali pada hari kiamat nanti. Permohonan ini diterima oleh Allah SWT”.

Kemudian permohonan iblis yang kedua: “Bahwa mereka dibolehkan untuk menggoda anak cucu Adam”. Untuk menghiasi kemungkaran dan kemaksyiatan dengan keindahan ketika di bumi, dan kemudian mereka akan menyeret anak cucu Adam masuk ke dalam neraka. Anak cucu Adam yang tidak akan masuk kedalam neraka hanyalah Nabi Muhammad SAW, karena beliau adalah ma’shum (terpelihara dari dosa).

Itulah dua permohonan iblis dan syetan yang disampaikan kepada Allah. Yang pertama minta agar tidak dimatikan sampai pada hari kiamat, yang kedua mereka dibolehkan untuk menggoda dan menyeret anak cucu Adam masuk ke dalam neraka. Agar mereka menganggap perbuatan dosa itu, sebagai sebuah kebaikan ketika mereka hidup, ketika manusia itu hidup di muka bumi.

Karena itu Rasulullah SAW menegaskan, “setiap anak cucu Adam, pasti berbuat dosa. Perbuatan dosa yang dilakukan, atas nafsu yang ada dalam dirinya, dan godan syetan diluar dirinya. Ada manusia yang berbuat dosa paling besar. Yaitu berbuat syirik dan durhaka kepada Allah SWT, durhaka kepada kedua orang tua.

Ada manusia yang berbuat dosa besar, seperti berzina, berjudi, mencuri, korupsi. Ada juga yang ketika kembali menghadap kepada Allah SWT, hanya membawa dosa kecil. Sekecil apapun dosa yang dilakukan manusia itu, maka pasti akan mendapatkan balasan dari Allah SWT, baik di alam kubur maupun di akhirat.

Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Allah SWT yang  tidak mau melihat manusia masuk ke neraka. Allah terus mempertemukan kita dengan bulan dimana manusia bisa mencuci dosa-dosanya. Namanya Bulan Suci Ramadhan.

Baca Juga :  Logika Agama Khilafiyah Itu Tidak Merusak Ukhuwah Islamiyah

Bulan yang insya Allah jika kita masih diberi umur panjang, tinggal satu setenggah bulan lagi. Datangnya bulan suci ramadhan adalah peluang bagi manusia untuk menghapus dan meminimalisir dosa dan kesalahannya yang dilakukan, sebelum dia kembali menghadap Allah SWT.

Rasulullah SAW telah menegaskan; “Barangsiapa yang berpuasa di bulan suci ramadhan, disertai dengan iman dan ikhlas, maka akan diampuni seluruh dosa dan kesalahannya”. Di hadist yang lain, Rasulullah SAW menegaskan; “Seluruh malaikat siang malam ikut memintakan ampun kepada Allah SWT, untuk orang yang berpuasa”.

Bahkan di hadist yang lain lagi, Rasulullah SAW menegaskan kembali; “Celaka dan binasa manusia, yang dia bertemu dengan ramadhan, tetapi dosanya tidak diampuni oleh Allah SWT”. Ini adalah wujud rasa sayang Allah kepada kita. Karena Allah tidak mau melihat kita masuk ke neraka. Allah SWT mengabulkan permohonan iblis, namun melindungi manusia dengan cara yang lain. 

Selain Allah SWT mengampuni dosa dan kesalahan kita, ada keistimewaan lain yang diberikan Allah SWT kepada orang yang berpuasa. Rasulullah SAW, menegaskan; “Doanya orang yang berpuasa, tembus ke arasy tanpa hijab”. Artinya, Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita selama bulan ramadhan untuk berdoa dengan doa yang tembus ke arasy.

Diantara semua doa, ada 2 macam doa yang paling baik. Yang pertama adalah bersyukur kepada Allah SWT atas seluruh nikmat yang sudah diberikan kepada kita. Dan yang kedua adalah beristigfar atau memohon ampun kepada Allah SWT, atas dosa dan kesalahan yang kita lakukan. Setelah itu, jika kita punya keinginan yang lain, mintalah kepada Allah setelah mengucapkan 2 macam doa tadi. Tak usah berpatok pada doa dalam bahasa arab, pakailah bahasa yang paling kita kuasai. Karena Allah SWT Maha Mengetahui semua bahasa.

Baca Juga :  Kyai Agus: Hibah Pemprov Banten Untuk Pesantren Tidak Cair 2019, Itu Dzalim

Selain mengampuni dosa dan kesalahan kita, serta mengabulkan doa kita, Allah SWT juga akan melipat gandakan pahala kita di bulan ramadhan. Rasulullah SAW dengan tegas menyebutkan, “setiap amal anak cucu Adam untuk dirinya, kecuali puasa. Kata Allah SWT, untukku dan aku yang akan memberikan pahalanya”. Dan di hadist yang lain disebutkan, “amal anak cucu Adam itu dilipat gandakan pahalanya 10 kali lipat sampai 7 ratus kali lipat kecuali puasa. Bukan lagi 10 kali lipat dan 7 ratus kali lipat, tetapi kelipatannya tak terhingga dari setiap amal yang kita lakukan di bulan ramadhan”.

Bahkan Rasulullah SAW tegas menyebutkan, “bahwa memberi makan orang yang berpuasa, dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang berpuasa”. Karenanya, ini semua adalah wujud kasih sayang Allah SWT kepada kita. Karena ingin memberikan kesempatan kepada kita untuk menghapus dosa kita. Untuk berdoa dengan doa yang tembus ke arasy, untuk melipatgandakan amal-amal kita di bulan ramadhan.

Dan tentu yang tidak kalah pentingnya juga, di bulan ramadhan nanti, Allah SWT menyediakan satu malam yang bernama lailatul qadri. Dan siapa saja yang mendapatkannya, dia akan mendapatkan tambahan pahala.

Sangat hebat cara Allah bersiasat atas permohonan iblis. Membiarkan iblis bersusah payah menggoda dan mengajak anak cucu Adam AS seumur hidupnya sampai kiamat. Sementara manusia diberi bulan ramadhan untuk mencuci segala dosanya, menjadikan kita kembali fitrah tiap 1 Syawal.

Itulah sebabnya 6 bukan sebelum ramadhan, para sahabat sudah berdoa. Mereka megangkat kedua tangannya dan meminta kepada Allah SWT agar dipertemukan dengan bulan ramadhan. Karena mereka sangat faham kandungan yang ada di bulan ramadhan dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain.

Baca Juga :  Adian Husaini Berikan Pembekalan Kepada Peserta Kader Peradaban

Dan pada saat para shabat mengakhiri ramadhan, mereka menangis bercucuran air mata. Karena mereka merasa ramadhan yang penuh ampunan, penuh barokah, penuh rahmat, akan berakhir. sementara ramadhan akan datang belum tentu kita bisa bertemu kembali, Karena itu, ketika Allah SWT pertemukan kita dengan ramadhan nanti, kita harus berani memfokuskan hati dan fikiran kita. Bahwa ramadhan sekarang ini adalah ramadhan yang terakhir bagi kita.

Sehingga dengan demikian, kita termotivasi untuk mengisi ramadhan ini dengan niat yang ikhlas. Niat yang semata-mata mengharap ridho AllahSWT. Karena kata Allah SWT di dalam Al-Quran, yang tidak akan tergoda oleh iblis dan syetan hanyalah orang ikhlas.

Perlu kita mengetahui sedikit tentang pebedaan istilah mukhlis dan mukhlas, yang didalam bahasa indonesia selalu diterjemahkan ikhlas. Yang tidak bisa digoda oleh iblis adalah hamba yang mukhlasin bukan yang mukhlisin.

Mukhlisin adalah hamba yang ikhlas dalam beribadah, tetapi masih ada kemungkinan untuk bocor, Boleh jadi karena mendapatkan sanjungan dan pujian dari orang lain. Di era digital saat ini, pujian dan sanjungan mudah sekali kita dapat. Baik melalui facebook, whatsapp, twitter, instagram, dan lain-lain.

Sedangkan hamba yang mukhlasin adalah hamba yang ketika beribadah hanya mengharapkan ridha Allah SWT dan tipis kemungkinan untuk bocor. Itulah sebabnya, mengapa Allah SWT mengunakan kata mukhlasin didalam Al-Quran, bukan kata mukhlisin.

Karena itu, Imam As-Syafi’i dalam 20 hari di bulan ramadhan mampu mengkhatamkan Al-Quran 60 kali. Usman Bin Affan, setiap shalat malam khatam Al-Quran. Mereka menyibukkan diri untuk berzikir di bulan suci ramadhan. Dan sebaik-baik zikir adalah bacaan Al-Qur-an. Meminta perlindungan atas permohonan iblis yang dikabulkan.

Loading...

Baca Juga