oleh

Ahmad Nawawi: Gema Mathla’ul Anwar Protes Keras Karni Ilyas

SUARAKEADILAN.ID – Gema Mathla’ul Anwar melalui Ketua Umum Ahmad Nawawi melakukan protes keras kepada Karni Ilyas yang menampilkan Ustaz Tengku Zulkarnain pada program acara ILC, Selasa (14/10/2019).

Acara ILC pada saat itu bertema “Misteri Penusuk Wiranto”. Disinggung dengan jelas peristiwa yang menimpah Jenderal Purn Haji Wiranto selaku Menkopolhukam. Dimana peristiwa terjadi pasca Pak Wiranto Meresmikan Gedung Baru Universitas Mathla’ul Anwar.

“Selaku Ketua Umum Gema Mathla’ul Anwar, saya merasa tidak terwakili oleh Ustadz Tengku Zulkarnain. Apalagi beliau berbicara terkait dengan peristiwa yang menimpah Pak Wiranto. Secara etis, seharusnya perwakilan langsung dari ormas Mathla’ul Anwar yang menjelaskan ke publik adalah yang merepresentasikan pengurus dan berada dilokasi saat peristiwa terjadi,” kata Ahmad Nawawi kepada suarakeadilan.id Rabu (17/10/2019) di Serang.

Baca Juga :  LBH PP GPI Apresiasi Polda Metro Jaya, Karena Berhasil Ungkap Kasus Pelecehan Seksual Anak Terbesar di Indonesia

Ia menilai, sosok yang tepat dalam hal tersebut adalah Ketua Majelis Amanah Mathla’ul Anwar Irsjad Djuwaeli. Ahmad Nawawi juga merasa Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar KH Ahmad Sadeli Karim lebih kompeten dibanding Ustaz Tengku Zulkarnain.

“Kami dari Gema Mathla’ul Anwar tidak merasa terwakili oleh Pak Tengku Zulkarnain. Terlebih, statement-statement beliau selama ini lebih banyak noise dibandingkan substansi kebenaran. Dan dikhawatirkan merubah persepsi publik terhadap Mathla’ul Anwar sebagai ormas Islam Moderat,” tuturnya.

Ahmad Nawawi menilai, tindakan Karni Ilyas Dan TV One tidak bersungguh-sungguh mencari kebenaran dan data faktual. Ia menyesalkan, TV One menunjuk Pak Tengku Zulkarnain melakukan tindakan sepihak. TV One dianggap Ahmad Nawawi tidak memberikan kesempatan pihak Mathla’ul Anwar untuk menentukan sendiri perwakilannya.

Baca Juga :  Kapitalisme, Hina dan Menghinakan. Opini M Azzam Al Fatih

“Sudah sangat menyinggung Marwah Ormas Mathla’ul Anwar. Karena untuk menjelaskan peristiwa penusukan Pak Wiranto kepada publik di forum ILC, seharusnya orang yang merepresentasikan pengurus. Atau minimal hadir dan menyaksikan langsung, dimana peristiwa tersebut terjadi. Setelah beliau selesai menghadiri acara di Kampus Universitas Mathla’ul Anwar,” tegas Nawawi. (TMS)

Loading...

Baca Juga