oleh

Berdoa Yang Baik Baik Ajalah. Opini Tubagus Soleh

Berdoa Yang Baik Baik Ajalah. Oleh: Tubagus Soleh, Ketum Babad Banten.

Jumat kemarin saya silaturrahim ke kyai Tubagus Sehabudin di Kota Doyong Jatiuwung Kota Tangerang. Beliau merupakan Pimpinan Pondok pesantren Darussaadah.

Pesantren beliau merupakan perpaduan yang apik antara Model Pesantren Modern, Bale Rombeng dan Tasawuf. Di bilang Modern karena pesantren beliau ada Madrasah dari Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah dan SMK yang merujuk kepada Depag dan Diknas.

Dibilang Bale Rombeng karena pesantren beliau masih mempertahankan tradisi ngaji kitab kitab Kuning yang menjadi rujukan para Ulama Ulama Aswaja terutama dari Jam’iyah Nahdhatul ulama.

Dibilang Tasawuf karena pesantren beliau merupakan pintu gerbang dari Thoriqoh Qodariyah wa Naqsyabandiyah PPS Sirnarasa. Di pesantren beliau tradisi TQN PPS Sirnarasa diajarkan kepada seluruh murid-murid.

Amaliah Mursyid TQN PPS Sirnarasa sejak dini ditanamkan ke dalam jiwa-jiwa para santri. Maka kita bila berkunjung ke pesantren beliau tradisi Zikir TQN PPS Sirnarasa akan menggema dari waktu ke waktu. Terutama waktu waktu shalat berjamaah. Bahkan para santrinya berlatih serius mengamalkan dzikir Zahar maupun zikir Khofi. Meskipun masih duduk di bangku madrasah ibtidaiyah.

Kyai Tubagus Sehabudin pernah bertutur kepada saya, ada seorang santri yang terjatuh dan menurut hasil scan dokter batok kepalanya agak retak dan perlu penanganan serius yang cukup lama. Tentu saja penuturan dokter tersebut membuat orang tua santri sangat sedih.

Baca Juga :  Ekonomi Indonesia Sudah Terpuruk Baik Sebelum Ataupun Saat Pandemi

Singkat cerita, begitu malam keesokannya sang dokter memeriksa kembali perkembangan sang santri. Alangkah terkejutnya sang dokter ketika batok kepala sang santri sudah pulih seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Padahal baru kemarin sang dokter memeriksa sang santri dalam kondisi parah.

Dalam kebingungan dan penuh tanda tanya sang dokter bertanya kepada sang santri, apa yang dilakukan olehnya sehingga kepala sang santri sembuh total? Dengan ringan sang santri menjawab, Saya Santri diajarkan dzikir Zahar dan Zikir Khofi. Saya lakukan saja zikir Khofi terus menerus tanpa henti. Alloh yang menyembuhkan penyakit saya dok. Dokter pun terdiam.

Kyai Sehab yang menuturkan cerita tersebut pun tidak bisa berkata apa-apa. Karena memang beliau pun tidak punya kuasa apa-apa. Hanya Dzikir TQN PPS Sirnarasa saja yang benar benar ditanamkan ke dalam jiwa santrinya, bukan ilmu Kanuragan. Semua itu merupakan karomah daripada Tuan Syekh Abdul Qodir Jaelani. Kami hanyalah murid beliau. Tegas Kyai Sehab kepada penulis.

Baca Juga :  Rusuh yang Berkepanjangan, Indikator Lemahnya Intelejen Kita?

Alfaqir yang menyimak penuturan Kyai Tubagus Sehabudin sangat percaya bahwa zikrullah yang secara konsisten diamalkan oleh para santri apalagi TQN merupakan ilmu tua yang berkaromah tentu saja akan mendatangkan kemaslahatan yang besar bagi warga pesantren Darussaadah khususnya dan bangsa Indonesia umumnya bahkan bila menelisik Visi Besar dari TQN PPS Sirnarasa akan membentuk peradaban Dunia yang sesuai dengan napas Islam.

Alfaqir pun sangat berkesan dengan cerita Kyai Sehab bahwa kalau ingin selamat dalam berdoa ikuti saja Nabi Muhammad Saw berdoa atau Tuan Syekh Abdul Qodir Jaelani berdoa. Karena beliau semua pasti berdoa untuk kebaikan dan kesempurnaan umat manusia sedunia.

So, jadi berdoalah dengan cinta kasih bukan dengan kebencian dan kemarahan. Meskipun engkau tidak suka terhadap sesuatu.

Baca Juga :  Anis, HMI dan Pilpres 2024, Sebuah Opini Tubagus Soleh

Cukuplah banjir di awal tahun baru 2020 menjadi bukti dari permohonan doa yang sembarangan kepada Alloh SWT. Jangan ulangi lagi.

Loading...

Baca Juga