oleh

Inilah Capres 2024 Terkuat Versi Indikator Politik Indonesia

SUARAKEADILAN.ID – Menurut survei Indikator Politik Indonesia, elektabilitas Prabowo Subianto sebagai kandidat calon presiden (capres) mulai tergeser oleh Anies Baswedan. Hal ini terjadi setelah Partai Nasdem mendeklarasikan Anies sebagai bakal capresnya pada Oktober 2022.

Menurut Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, sebelum dideklarasikan sebagai capres, elektabilitas Anies tak pernah melampaui Prabowo Subianto.

Namun, pada November 2022 mantan Gubernur DKI Jakarta itu berhasil meraih elektabilitas 24,2%, lebih tinggi dibanding Prabowo yang hanya meraup 17,9% suara responden.

Adapun urutan pertama masih konsisten diduduki Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dengan elektabilitas 28,6% per November 2022. Angka ini meningkat dari 30,2% pada September 2022.

Baca Juga :  Polres Jakarta Barat Dibanjiri Karangan Bunga Berisi Ucapan Terimakasih

Menurut pendiri Indikator Politik Indonesia, sebagian pendukung Prabowo beralih ke Anies. Hal ini dapat terjadi karena basis massa keduanya serupa.

“Ketika (elektabilitas) Anies Baswedan naik, siapa yang paling terdampak dukungan publiknya? Ternyata Pak Prabowo. Jadi ketika Anies naik, itu sebagian mengambil dari massa Pak Prabowo,” ujar Burhanuddin dalam konferensi pers, Kamis (1/12/2022).

Burhanuddin menilai elektabilitas Prabowo juga turun karena Ketua Umum Partai Gerindra itu merupakan tokoh lama yang telah berkali-kali mengikuti Pilpres. Sehingga, menurut dia, ketika muncul tokoh-tokoh baru seperti Anies dan Ganjar Pranowo, publik mengalihkan dukungannya.

Tak hanya itu, Burhanuddin melanjutkan, elektabilitas Prabowo turun karena dia tak banyak bersinggungan langsung dengan masyarakat. Prabowo kini menjabat sebagai Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Maju. Berbeda dengan Ganjar dan Anies yang masing-masing merupakan Gubernur Jawa Tengah dan mantan Gubernur DKI Jakarta.

Baca Juga :  Sidak PPKM Mikro Ulujami, Kapolri Minta Pengawasan Ketat ke Warga yang Isoman

Survei ini dilakukan pada 30 Oktober-5 November 2022 terhadap 1.220 orang responden berusia 17 tahun atau lebih atau sudah menikah. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. (RED)

sumber : katadata.co.id

Loading...

Baca Juga