SUARAKEADILAN.ID- Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI ) setelah satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mempublikasikan hasil survei atas tingkat kepuasan publik terhadap sejumlah pejabat tinggi negara. Survei dari lembaga yang dipimpin oleh Togu Lubis.
Survei LKPI ini dilakukan pada periode tanggal 20-29 Oktober 2025 yang dilakukan secara tatap muka. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei ini dilakukan. kata Direktur Eksekutif LKPI, Togu Lubis dalam keterangannya kepada wartawan Senin, (17/11/2025).
“Penarikan sampel ini menggunakan Metode Multistage Random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 1668 orang. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel sebanyak 1.668 responden memiliki toleransi kesalahan (Margin of Error–MoE) sekitar ± 2.4 % pada tingkat kepercayaan 95 Persen. Sampel berasal dari di 38 Provinsi di Indonesia yang terdistribusi secara proporsional,” tegas Togu Lubis.
Hasil temuan survei LKPI menunjukan Kepercayaan Publik terhadap Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mencapai 81,5 %. Lembaga Kajian Pemilu Indonesia juga mencatat Kepuasan atas kinerja Prabowo Subianto-Gibran sebesar 76,8 %.
Sementara itu, Tingkat keyakinan masyarakat terhadap Presiden Prabowo Subianto akan memberikan perubahan dan perbaikan kesejahteraan masyarakat mencapai sebesar 81,6 % yakin terhadap kepemimpinan Prabowo Subianto hingga 2029.
“Dan Tingkat Kepercayaan dan Kepuasan masyarakat terhadap Program pemberantasan Korupsi terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto ada sebanyak 80,8 % Responden Percaya dan Puas pada kinerja Presiden Prabowo Subuanto,” tegas Togu Lubis.
Kemudian terkait Tingkat Kepuasan dan Kepercayaan publik terhadap kinerja menteri di Kementerian dan pejabat lembaga negara ditemukan bahwa di peringkat Pertama yang dinilai oleh Publik bahwa Kejaksaan Agung dinilai oleh sebanyak 75,3 % Responden sebagai pembantu Presiden Prabowo Subianto yang memuaskan dan di percaya oleh publik.
Diurutan Kedua, Kementerian Pertahanan yang dipimpin oleh Syafrie Syamsudin dinilai oleh sebanyak 73,7 % Responden sebagai pembantu Presiden Prabowo Subianto yang memuaskan dan di percaya publik.
Berikutnya Kementerian Keuangan Purbaya dinilai oleh sebanyak 72,8 % Responden sebagai pembantu Presiden Prabowo Subianto yang memuaskan dan di percaya publik.
“Kementerian Luar Negeri dinilai oleh sebanyak 72,1 % Responden sebagai pembantu Presiden Prabowo Subianto yang memuaskan dan di percaya publik,” lanjut Togu Lubis.
“Kementerian Sekretaris Negara dinilai oleh sebanyak 71,3 % Responden sebagai pembantu Presiden Prabowo Subianto yang memuaskan dan di percaya publik,” ujar Togu Lubis.
Selanjutnya Kementerian Investasi dan Hilirisasi yang dipimpin Rosan Roeslani sebesar 71,1 % .
Teddy Indra Wijaya – Sekretaris Kabinet sebesar 68,2 % .
Sementara Kementerian yang dinilai berkinerja Buruk dan Tidak di percaya oleh Publik diantaranya:
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dipimpin Bahlil Lahadalia tercatat menjadi anggota Kabinet Merah Putih dengan kinerja terburuk dengan Tingkat Kepuasan dan Kepercayaan dari publik hanya sebesar 17,1 % .
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sebagai Pejabat Kabinet Merah Putih dengan rapor kinerja Terburuk Kedua dengan Tingkat Kepuasan dan Kepercayaan dari publik sebesar 18,1 % .
Selanjutnya Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni mendapat Skor Kepuasan dan kinerja terburuk dengan sebesar 19,1 %.
Sementara itu, Menteri dan Kementerian lainnya rata-rata memiliki Tingkat Kepuasan dan Kepercayaan dari Publik dibawah 50 % sebanyak 20 Kementerian dan Lembaga dan selebihnya di bawah 30 %.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai publik dengan sejumlah capaian awal yang Positif dan Memuaskan, seperti Bidang Pemberantasan korupsi dan mengembalikan aset-aset negara yang bernilai yang mendapat penilaian sangat positif dari publik.
“Begitu juga dengan bidang diplomasi luar negeri dan membangun kerjasama luar negeri di nilai positif,” ujar Togu Lubis.
Namun terkait Bidang Kesejahteraan sosial dan Perekonomian Nasional serta Pembukaan lapangan kerja Masih dinilai belum memuaskan masyarakat menurut Togu Lubis.
“Dan publik masih menantikan inovasi dan gebrakan di bidang lainnya yang dinilai belum memuaskan hingga satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto,” Jelas Togu Lubis.
Evaluasi kinerja para pembantu Presiden Prabowo Subianto ditentukan berdasarkan empat indikator penilaian yang komprehensif oleh Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI):
1. Pencapaian program
2. pencapaian kebijakan selama 1 tahun terhadap kebutuhan masyarakat.
3. Kualitas dan kemampuan dalam kepemimpinan dan koordinasi.
4. Penerapan pemerintahan yang bersih dari Korupsi. (ELC)









