oleh

Taufan Pawe Apresiasi Seminar Nasional Yang Digelar PGMI Parepare

SUARAKEADILAN.ID – Walikota Papare Taufan Pawe mengapresiasi acara seminar nasional yang digelar Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) Kota Parepare. Menurutnya, jika organisasi ingin dikenal,maka harus melakukan berbagai kegiatan yang berskalanasional.

Demikian dikatakan Taufan Pawe saat membuka seminar nasional pendidikan yang bertajuk “Peluang Pendidikan Abad 21 Era Digital Untuk Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045”. Seminar ini adalah rangkaian acara pelantikan pengurus PGMI Kota Parepare periode 2018/2023. Rangkaian acara ini dilaksanakan di Auditorium Habibi Ainun Rumah Jabatan (Rujab) Walikota Pare-Pare, Sabtu (15/2/2020).

“Kegiatan ini sungguh sangat luar biasa. Terus terang saja, tadi ada lomba menembak di Kodim, tapi saya prioritaskan kegiatan ini,” kata Walikota Parepare.

Lanjutnya, setiap organisasi atau perserikatan pasti ingin eksistensinya diakui oleh pemerintah dan masyarakat.

Baca Juga :  Melalui ISEF 2018, Pameran Ekonomi Syariah Dunia Digelar di Surabaya

“Maka sebuah organisasi harus melakukan aktualisasi seperti yang dilakukan PGMI Kota Parepare saat ini. Pemerintah Kota Parepare sangat mendukung kehadiran PGMI. Dan saya berharap PGMI memberikan kontribusi demi kemajuan pendidikan Kota Parepare,” imbuhnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut penulis buku Erna Rasyid Taufan, Guru Besar sekaligus Rektor Universitas Islam Negri Makassar Hamdan Juhanis dan Ketua Wilayah PGMI Provinsi Sulawesi Selatan Kaswad Sartono. Hadir pula Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementrian Agama Kota Parepare Muh. Idris, serta Persatuan Guru Indonesi (IGI), Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII), Kelompok Kerja Guru Ikatan Guru Raudhatul Athfal (KKH IGRA) se-Kota Parepare.

Taufan Pawe Apresiasi Seminar Nasional Yang Digelar PGMI Parepare
Peserta seminar nasional pendidikan “Peluang Pendidikan Abad 21 Era Digital Untuk Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045”.
Penulis buku Erna Rasyid Taufan selaku pemateri pertama dalam acara seminar nasional ini menjelaskan tentang peran media sosial di dalam Alquran.

“Guru kita yang pertama adalah Allah SWT. Kemudian malaikat, para nabi, para ulama, serta dunia digital. Oleh karena itu, kita harus pandai mensortir semua bacaan yang kita peroleh di dunia maya dengan pendekatan Alquran dan Assunnah,” terangnya.

Baca Juga :  Program Doktor Umpar Mengelar Seminar Proposal Desertasi

Sementara itu Rektor UIN, Hamdan Juhanis menjelaskan semua pihak untuk tidak menyepelekan madrasah.

“Karena saya pribadi menjadi guru besar termuda hasil produk madrasah. Madrasah terkadang diidentikkan dengan gedung yang miring hampir rubuh, seperti sekolah dipersepsikan dengan gedung yang bagus. Mari kita berinovasi di era digital saat ini,” tegasnya.

Adapun Kaswad Sartono, menjelaskan bahwa PGMI ini mempunyai tiga tugas pokok utama.

“Berpartisipasi untuk menciptakan profesionalisme guru, mengajarkan para siswa di madrasah materi keagamaan dan kebangsaan yang wasathiyyah (moderat-red), mendorong dan menciptakan lapangan usaha bagi kesejahteraan guru madrasah,” ujarnya. (SUB)

Loading...

Baca Juga