oleh

Topari: Terkesan Ada Penggiringan Opini Untuk Kandidat DPD Tertentu

SUARAKEADILAN – Meskipun secara umum pemilu berlangsung aman, tertib dan damai, namun masih saja terlihat dengan mata telanjang ada upaya upaya penggiringan opini yang terkesan memenangkan kandidat yang dekat dengan penguasa. Seperti yang dilaporkan oleh Kesbangpol Provinsi Banten kepada Gubernur Banten pada tanggal 19 April 2019 yang mengshare calon DPD yang mendapat suara terbanyak.

Padahal data tersebut disanggah oleh komisioner KPU Banten. Karena hingga kini KPU Banten masih proses pentahapan rekapitulasi suara per desa di kecamatan masing-masing. Jadi info yang sudah terlanjur di ketahui publik melalui WA masih jauh dari hasil yang sesungguhnya. Hal ini di sampaikan kepada Topari S.sos MH salah satu calon DPD RI dari Banten kepada suarakeadilan.id di Tangerang Jumat (27/4/2019)

Baca Juga :  Terlibat Tawuran, 75 Pemuda Digiring ke Polsek Tambora
“Apakah ini bukan bentuk lain dari kecurangan dengan modus penggiringan opini?” kata Topari

Topari S.Sos MH menjelaskan lebih lanjut, mestinya hal tersebut tidak dilakukan oleh ASN yang notabene harus bersikap netral. Apalagi ini terkesan ingin membentuk opini kemenangan kandidat DPD tertentu yang disinyalir merupakan anak dan orang dekat penguasa. Seharusnya biarlah KPU bekerja sampai tuntas dulu. Kalau itu untuk data laporan ke atasan seharusnya tidak di share ke publik melalui WA.

Dalam penuturannya, Topari juga meminta DPR harus mengevaluasi pelaksanaan Pemilu yang memakan korban hingga 200 lebih. Ini pemilu yang paling berdarah sepanjang perjalanan demokrasi kita. Bahkan Topari mengusulkan gagasan agar yang pemilu Nasional hanya Pilpres saja sehingga fokus masyarakat tidak terpecah pecah. Dan ini juga bisa menghindari bencana demokrasi yang terjadi seperti pemilu sekarang ini. Negara harus bertanggungjawab terhadap para petugas KPPS yang gugur dalam menjalankan tugas.

Baca Juga :  Pencitraan Tidak Mengatasi Masalah Bangsa

Dalam himbauannya yang disampaikan kepada suarakeadilan.id, Topari meminta kepada masyarakat pasca pilpres dan Pileg jangan lagi masih terbelah kubu-kubuan.

“Sekarang saatnya kita kembali menyatu menjadi satu dalam menyongsong Masa Depan Indonesia 2024,” tutup Topari. (TMS)

Loading...

Baca Juga