oleh

Catatan Momentum Peringatan Sumpah Pemuda di Provinsi Banten

Catatan Momentum Peringatan Sumpah Pemuda di Provinsi Banten. Oleh: Maksis Sakhabi, Kader GPI Banten, Ketua ICMI Kabupaten Tangerang.

Selalu dan selalu setiap tanggal 28 Oktober, Pemuda menjadi trending topic pembicaraan publik, khususnya kaum muda. Karena memang kita sepakat tanggal tersebut adalah titik sejarah pergerakan kaum muda Indonesia dalam membangkitkan semangat perjuangan bangsa Indonesia menuju gerbang kemerdekaan.

Di provinsi kami, Banten. Pelaksanaan peringatan sumpah pemuda tak lebih dari sekedar seremonial yang tidak banyak memiliki arti di kalangan generasi muda. Belum berdampak pada anak-anak muda yang seharusnya mendapat fasilitas pemerintah dalam mengembangkan kemampuan dirinya, yaitu para pelajar, mahasiswa, pemuda desa, dan lainnya.

Mengisi hari sumpah pemuda sama dengan membekali generasi muda untuk meneruskan para pemimpin negeri ini. Peranan pemerintah secara teknis sangat penting untuk keberlangsungan pengembangan pemuda. Khususnya dalam menganggarkan anggaran pembinaan generasi muda.

Jika merujuk pada Perda Banten Nomor 10 Tahun 2014 tentang Pembangunan Kepemudaan, pemuda Banten diberi tugas oleh pemerintah untuk menjadi pemuda yang memiliki kekuatan moral, menjadi kontrol sosial dan menjadi agen perubahan sosial. Ketiga peranan itu termaktub dalam Perda tersebut. Artinya generasi muda di Banten ini memikul beban yang tidak ringan. Oleh karenanya perlu pembinaan yang serius dan terus-menerus, bukan sekedar memenuhi kegiatan rutin APBD.

Maka, ada tiga pertanyaan. Yaitu pertama, sudahkan pemerintah daerah menganggarkan 2% dari APBD untuk pengembangan kapasitas pemuda? Kedua, bagaimana roadmap pembangunan pemuda di Banten? Langkah-langkahnya harus jelas, terukur dan terarah. Ketiga, sudahkah pemerintah daerah membuka akses kepada generasi muda untuk mengabdi dan menjalankan tugasnya meneruskan cita-cita pendiri provinsi nya?

Anggaran 2% dari APBD yang merupakan jatah anak-anak muda di Banten harus dbetul-betul dilakukan secara transparan. Anggaran itu jangan melulu digunakan untuk aktivitas seremonial belaka. Acara peringatan ini peringatan itu. Memperingati itu baik, tetapi lebih baik lagi menjalankan peringatan itu. Peringatan yang kita dapatkan dari peristiwa 28 10 1928 itu adalah generasi muda hari ini harus mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. Generasi muda hari ini harus sehat jasmani dan rohani. Generasi muda hari ini harus berakhlak baik dan berkarakter pejuang, dan seterusnya.

Maka, kita sebagai generasi muda yang tersebar di berbagai organisasi kepemudaan harus aktif bersuara. Mengamankan hak-hak pemuda dan jangan sampai pemuda hanya menjadi objek proyek pembangunan saja. Melainkan harus betul-betul menjadi pilot project pengembangan generasi masa depan yang berkesinambungan.

Loading...

Baca Juga