oleh

Diduga Kuat Haji Komar Pemasok Terbesar Obat-obatan Terlarang Codium (B3)di Gunung Botak

SUARAKEADILAN.ID – Haji Komar disebut sebut sebagai pemasok terbesar obat-obatan terlarang seperti cianida,Costik dan lain-lain ke tambang emas ilegal gunung botak. Bahkan salah seorang yang pernah terlibat dalam tambang di jalur H Wamsait bernama Haji Mansur Latakka mengetahui apa yang dilakukan haji komar

Haji Komar diduga kuat sering memasok ribuan kaleng cianida melalui pelabuhan Namlea, 1 kaleng berisi 50 kg.
Namun anehnya ia samasekali tidak tersentuh aparat penegak hukum di Kabupaten Buru. Yang bersangkutan juga sudah sering didemo oleh berbagai OKP tapi ia seperti kebal hukum, diduga ada oknum-oknum aparat yang melindungi dia.

Menurut Imran salah seorang aktivis lingkungan, upaya pemerintah untuk menutup tambang emas ilegal gunung botak hanya akan sia-sia selama orang seperti haji Komar tidak ditangkap.

Baca Juga :  Gerakan Wakaf Al Qur'an GPI Serahkan Mushaf ke Pesantren Hingga Pelosok Nusantara

Imran menjelaskan, haji Komar adalah orang yang paling bertanggungjawab atas rusaknya lingkungan gunung botak dan sekitarnya.

Ia juga meminta agar aparat segera menangkap haji komar untuk memutus mata rantai peredaran obat-obat terlarang di gunung botak.

Imran menuturkan, kunci untuk membongkar mafia peredaran obat-abatan di tambang emas ilegal gunung botak adalah Haji Mansur Lattaka. Mansur bahkan mengetahui siapa-siapa oknum aparat yang berada di belakang haji Komar.
Olehnya itu Imran meminta kesediaan Mansur Lattaka secara jujur membongkar mafia obat-obatan terlarang karena Mansur juga pernah menjadi pemain di gunung botak.

“Saya sebagai aktivis lingkungan meminta kesediaan Haji Mansur Lattaka membuka jaringan mafia obat-obatan terlarang dibawa pimpinan haji Komar dan siapa oknum aparat yang berada dibelakang Komar”, minta Imran.

Baca Juga :  Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bersama ESQ Leadership Center

Dari hasil penelitian beberapa lembaga pemerintah, kalau kondisi ini dibiarkan maka akan mengancam kelangsung hidup masyarakat sekitar dan secara umum masyarakat Buru beberapa tahun ke depan. (RED)

Loading...

Baca Juga