oleh

Manuver Murahan, Sebuah Opini Rizal Fadillah

Manuver Murahan

by M Rizal Fadillah

Gagal manuver berbiaya tinggi dengan belotnya Ketua DPW PAN Kalsel menjadi mendukung Jokowi-ma’ruf akibat tindakan tegas DPP memecat para pembelot. Kebodohan lanjutan yang mudah diketahui adalah munculnya DPW jadi jadian di Sumsel yang mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf. Kelompok palsu ini diancam dilaporkan ke polisi. Dipastikan berbiaya pula manuver ini. PAN sebagai pendukung pasangan Prabowo Sandi tetap kokoh.

Tembakan dilakukan pada Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Amien Rais. Melanjutkan skenario dagelan “biaya mahal” Ratna Sarumpaet yang acak acakan, kini melalui Albert Hasibuan, Goenawan Mohammad, Abdillah Thaha, Toeti Heraty dan Zumrotin, kembali Amien Rais dicoba ditembak. Rupanya strategi merontokkan PAN dengan melemahkan tokoh utama, masih dianggap efektif. Alasan pun dibuat antara lain ekslusif dan mengganggu kerukunan bangsa, ‘mendukung’ orde baru, mengangkat isu komunis, serta menjadikan agama sebagai alat kepentingan politik. Alasan yang sangat mudah untuk dibantah oleh Amien Rais dengan argumen cerdas tentunya. Alasan yang tendensius, dibuat-buat, serta bernuansa membela dan bermisi pendek ini, mudah ditebak arah dan siapa ‘investor politik’nya.

Tokoh yang mengaku-ngaku pendiri PAN tanpa ada bukti kontribusi konkrit memajukan PAN tersebut bisa dilihat keberadaannya dari “kelompok” kiri, syiah, dan nasionalis sekuler.

Memang tak suka jika relijiusitas partai menguat. Akibatnya mereka menuduh dengan tuduhan tak berdasar. Inilah yang disebut manuver murahan. Murahan karena dipastikan tuntutan agar Amien Rais mundur sudah pasti tak akan bersambut. Sampai saat ini pilihan dukungan kepada pasangan Prabowo-Sandi sudah tepat. Gaung dukungan semakin nyata. Masyarakat sudah muak dengan cara petahana mengendalikan negara. Justru petahana yang kebijakannya mengganggu kerukunan bangsa, membuka kran komunisme, dan otoriter. Amien Rais dan dukungan pada Prabowo-Sandi adalah perlawanan yang berani. Menyelamatkan bangsa dari kebangrutan moral, ekonomi, dan kedaulatan politik.

Baca Juga :  Babad Banten Kecam Twitt Ferdinand Hutahaean

Manuver murahan, karena tokoh tokoh yang tak berkotribusi nyata pada PAN ini tak akan sanggup merusak soliditas kader yang sedang berjuang untuk sukses pemilu legislatif dan ganti presiden 2019. Manuver “ujug-ujug” menyerang Amien Rais hanya menambah benarnya penilaian betapa paniknya lawan hingga harus memperalat tokoh tokoh tertentu untuk bermanuver. Hikmahnya memang PAN mesti membersihkan ke depan figur figur yang cenderung hianat dan bisa dibeli dengan harga politik mahal tapi bermanuver murahan. Ada bahaya kiri, syiah, dan nasionalis sekuler yang hakekatnya mereka adalah bukan saja perusak partai tapi juga penghianat bangsa.

Bandung, 27 Desember 2018

Loading...

Baca Juga