oleh

Abdur Rauf Hadiri Lokakarya Juklat Kaderisasi DDI

SUARAKEADILAN – STAI DDI Mangkoso adakan lokakarya juklat kaderisasi DDI, dengan salah satu pembicara, Abdur Rauf selaku mantan Ketua Senat STAI DDI Mangkoso. Acara ini dihadiri oleh para aktivis dan mantan aktivis IMDI (Ikatan Mahasiswa DDI). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Bola Sobae Kabupaten Barru Sulawesi Selatan. Jumat, (01/12/2019).

Ia bersilaturrahim dan sharing berbagai macam pengalamannya semenjak menjadi mahasiswa STAI DDI Mangkoso. Ia juga menceritakan pengalamannya meninggalkan Suawesi Selatan. Dari menjadi pengurus GP Ansor Pusat, sampai menjadi seorang pengusahasa yang mempunyai pengalaman kerja kurang lebih tiga tahun di Jepang.

Abdur Rauf adalah seorang santri yang menimba ilmu di Pondok Pesantren DDI Mangkoso. Saat ini ia mendapatkan amanah untuk menjadi wakil rakyat porvinsi Sulawesi Selatan.

“Insya Allah, jika Allah menakdirkannya menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Sulsel. Dengan dapil 6 yang terdiri dari daerah Maros, Pangkep, Barru, Parepare,” jelas Abdur Rauf.

Baca Juga :  Bangkitnya Komunis Karena Adanya Sistem Kufur Yang Memberi Ruang

Ia merasa terharu dan sempat meneteskan air mata saat bercerita tentang hidupnya. Dirinya tak menyangka bisa menjadi seperti sekarang ini.

“Semuanya adalah berkah Pondok Pesantren DDI Mangkoso. Dan doa para pembina yang senantiasa ikhlas mendoakan semua alumninya tuk menjadi orang hebat. Yang tentunya bisa memberikan kontribusi dan sumbangsi buat bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai ini,” caleg DPRD Sulsel dari PKB ini.

Pencalonan Abdur Rauf mendapat dukungan dan respon  positif dengan dari para alumni. Bahkn para alumni merasa bangga adanya salah satu alumni yang bisa bertarung memperjuangkan aspirasi masyarakat dan Pondok Pesantren khususnya di Sulawesi Selatan.

“Sebagian besar alumni STAI DDI Mangkoso sudah menyatakan sikap siap mengawal. Dan membantu menyukseskan Abdur Rauf, tentunya nanti tepatnya pada bulan april 2019,” kata salah seorang alumni STAI DDI yang tidak mau disebutkan namanya.

Baca Juga :  Menolak Kekuasaan Asing di Bandara dan Pelabuhan Kita

Kegiatan ini dimulai setelah selesai shalat Jumat. Peserta berasal dari beberapa kabupaten dan bahkan ada yang dari luar Provinsi Sulsel seperti Dari Sulawesi Tenggara dan kota Bontang. Kegiatan ini dijadwalkan berakhir pada pukul 16:00 WITA. Namun karena animo perserta, acara baru berakhir pada pukul 20:00 WITA. (SUB)

Loading...

Baca Juga