oleh

Jokowi Presiden Untuk Semua, Sebuah Opini Tubagus Soleh

Jokowi Presiden Untuk Semua. Oleh Tubagus Soleh, Ketum Babad Banten Nasional.

Pemilu sudah selesai. Pilpres sudah rengse. Kini kita sebagai rakyat tinggal menunggu hasil penghitungan resmi dari KPU. Walau sebenarnya perkiraan hasil dari Quick Count sudah bisa diketahui hasilnya : Pak Jokowi dan KH Makruf Amin terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI masa bakti 2019-2024.

Sedang untuk para wakil kita di parlemen masih menunggu dengan sabar siapa-siapa yang bisa melanggeng ke parlemen. Kita berharap yang masuk ke parlemen adalah orang-orang baik yang memang berniat mendedikasikan baktinya kepada bangsa dan negara. Mencermati siapa yang bakal menjadi wakil kita di parlemen juga perlu kita perhatikan. Jangan sampai suara kita menguap entah kemana tidak jelas rimbanya. Karena legislatif juga memiliki peran penting buat menentukan kebijakan kebijakan yang pro kebaikan, kemaslahatan, dan kebajikan bagi semua.

Dengan sistem politik trias politika, kekuasaan tidak hanya berada dieksekutif. Tapi legislatif dan yudikatif memerankan fungsi yang tidak kalah pentingnya bagi keputusan politik tingkat tinggi. Kita bisa membayangkan bila wakil-wakil kita di legislatif tidak paham skala prioritas pembangunan bangsa. Bagaimana wakil-wakil kita bisa memainkan peran pentingnya bagi kemajuan bangsa kita. Karena semua itu bermula dari perencanaan strategis pembangunan yang kemudian diputuskan secara bersama antara eksekutif dan legislatif.

Pasca pencoblosan ini seharusnya fokus kita justru harus diarahkan kepada pileg. Karena banyak kasus suara calon wakil kita bisa lenyap di tengah jalan. Atau bisa jadi calon wakil kita bertransaksi suara dengan pihak pihak tertentu. Dalam dinamika politik yang riweh semua itu bisa saja terjadi. Dan bila kita abai semuanya bisa berubah dalam sekejab.

Demokrasi yang semakin berkualitas dan semakin transfaran akan sangat membantu kita memantau prosesi suara rakyat yang sudah dicoblos. Kita juga tidak perlu lagi harus berdesak-desakan hanya ingin mengetahui hasil dari proses pencoblosan. Semuanya sudah terpampang jelas di papan pengumuman tiap kelurahan dan desa. Kemajuan berdemokrasi bangsa kita sudah semakin maju. Dan ini patut kita syukuri.

Teriakan yang tidak pada saluran demokrasi malah akan merusak demokrasi itu sendiri. Karena kita sudah bersepakat bahwa semuanya sudah ada mekanismenya. Misalnya meneriakan dan menggosipkan Pemilu Curang tanpa melihat hasil kerja KPU yang sedang berjalan, menurut saya merupakan tindakan amoral dan hanya mementingkan kelompoknya sendiri.

Kita semua harus percaya kepada institusi KPU yang dibentuk oleh wakil kita di DPR dan yang mengangkat para komisioner KPU juga dari para wakil kita di parlemen. Sangat tidak elok bila sekarang kita meneriakkan pemilu curang dan mengancam akan people power hanya karena ketidakpuasan terhadap hasil yang tidak sesuai harapan kita sendiri.

Teriakan curang seharusnya juga didukung dengan bukti bukti yang kuat. Selama ini rakyat tidak pernah tahu bentuk kecurangannya secara jelas kecuali hanya hal-hal yang bersifat human eror saja.

Demokrasi membutuhkan kejujuran semua pihak. Siapapun yang bersepakat dengan sistem demokrasi sudah selesai dengan urusan urusan mental spiritual. Sehingga ketika hasil dari upaya kerja kerja demokrasi tidak sesuai dengan yang diharapkan bisa menerima hasilnya dengan lapang dada.

Sangat riskan bila berdemokrasi selalu dikaitkn dengan bumbu bumbu “keagamaan”. Karena akan menimbulkan bias yang melebar kemana mana. Banyak contoh yang tidak elok seperti yang dikatakan oleh teman saya ketika berbeda pilihan. Temen saya bilang ketika 01 muncul dalam perhitungan suara di TPS sebagian warga meneriakkan kata Kafir, dungu dan dosa. Saya juga melihat dan membaca meme dan komen-komen di fesbuk atau media sosial lain jauh dari nuansa-nuansa kedamaian dan kedewasaan dalam mensikapi perbedaan.

Demokrasi memang memberikan ruang untuk berbeda pilihan. Siapapun berhak menentukan pilihannya dengan aman. Negara harus memberikan perlindungan kepada setiap warga yang menentukan sikapnya dalam berdemokrasi. Siapapun yang hendak mengacaukan apalagi membikin kisruh sudah sepatutnya kita pertanyakan kedewasaannya dalam berdemokrasi.

Saya pribadi sangat mengapresiasi sikap yang ditunjukan oleh Pak Jokowi dan KH Makruf Amin beserta para pendukungnya yang tetap tenang namun setia dan waspada dalam mengawal penghitungan suara di tiap-tiap TPS. Tanpa menimbulkan gaduh dan menebar ketakutan kepada warga.

Karena siapapun yang sudah terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI, beliau beliau adalah Presiden kita semua. Saat ini menurut penghitungan cepat Quick Count Pak Jokowi dan KH Makruf Amin sudah dipastikan memenangkan hati rakyat dengan perolehan yang signifikan.

Saya percaya Pak Jokowi akan bersikap adil meskipun didaerah tertentu beliau kalah dalam penghitungan suara. Bukan tipe pak Jokowi bersikap membeda bedakan apalagi menganaktirikan sesama anak bangsa. Saya percaya Pak Jokowi akan menjadi Presiden untuk kita semua. Amin.

Loading...

Baca Juga