oleh

Logika Agama Jangan Mudah Mengkafirkan. Opini Subairi

Logika Agama Jangan Mudah Mengkafirkan. Oleh: SubairiPimpinan Pondok Pesantren Al-Mukhlisin DDI Paria.

Salah satu penyakit yang paling parah umat Islam saat ini adalah kecenderungan untuk mudah mengkafirkan. Baik itu pihak yang berbeda tafsir, berbeda mazhab, berbeda praktek ibadah maupun hanya karena berbeda pilihan politik.

Lima belas abad yang lampau, Nabi Muhammad SAW sudah menjelaskan seperti terangkum didalam kitab Shahih Bukhori Muslim. Bahwa barang siapa yang dengan mudah mengkafirkan pihak lain maupun menuduh pihak lain sebagai musuh Allah SWT, namun bila ucapan itu tidak terbukti maka tuduhan itu kembali kepada yang menuduh.

Berdasarkan hadis ini sejumlah ulama menjadi sangat hati-hati untuk memberi lebel kafir kepada pihak yang berbeda. Khadi ‘iyad dalam kitab As-Syifa maupun Imam Al-Ghazali dalam kitab Al-Iqtishad, mengatakan jika terdapat sembilan puluh sembilan alasan untuk mengatakan orang lain itu kafir namun masih ditemukan satu alasan untuk menyatakan ke Islaman mereka maka peganglah satu alasan itu agar kita tetap mengatakan orang lain itu Islam.

Dalam sejarah Islam banyak sekali para ulama yang terkena tuduhan kafir hanya karena berbeda pandangan. Tidak kah Imam Syafi’i pernah dianggap sesat dan hampir dihukum mati, Ahmad Ibn Hambal, Ibnu Taimiyah, Abu Hanifah, semua pernah dipenjara dan disiksa. Imam Al-Biqa’i dituduh kafir hanya karena memasukkan perjanjian lama dalam tafsirnya. Imam At-Thabari mufassir ternama juga pernah ditabrak sesat.

Begitu juga dengan Ahli Hadis Imam An-Nasai pernah mengalami penyiksaan hanya karena meriwayatkan hadist yang tidak disenangi oleh orang lain. Pendek kata dalam sejarah Islam sejumlah ulama dalam berbagai mazahab dalam berbagai disiplin ilmu telah mengalami tuduhan kafir ini. Mari sekarang kita hentikan gerakan takfir ini jangan mudah mengkafirkan pihak lain. Satukan barisan kita jaga ukhuwah islamiyah.

Loading...

Baca Juga