oleh

Rusdi Ali Hanafia: Publik Jangan Suudhzon Kepada Pak Arteria Dahlan

SUARAKEADILAN.ID – Pasca Diskusi di acara Mata Najwa nama Arteria Dahlan menjadi sosok yang antagonis dalam pandangan publik. Banyak kecaman dan cibiran yang dialamatkan kepada Anggota DPR RI dari PDIP dapil Jatim 6. Padahal ia merupakan anggota DPR RI yang terpilih untuk ke dua kalinya di daerah “neraka” yang basis pemilih sangat militan.

Menurut Rusdi Ali Hanafia Ketua DPP KNPI serta Pendiri KMMI (Komite Mahasiwa Muslim Indonesia), sangat mustahil Arteria Dahlan bisa terpilih kembali sebagai anggota DPR RI bila ia tidak merakyat dan berbasis kuat di dapilnya.

Rusdi dalam penuturannya kepada suara keadilan.id di Jakarta, Senin (14/10/2019) mengatakan bahwa Arteria Dahlan merupakan sosok muda yang cerdas. Bervisi kedepannya dan bekerja sesuai dengan tugas dan wewenangnya sebagai anggota legislator.

Baca Juga :  LBH Phasivik: Presiden Harus Copot Jabatan Menristek Karena Dugaan Terima Uang 1 Miliar

“Jadi sangat wajar bila beliau harus bersikap tegas dan jelas,” jelas Rusdi.

Ketika suarakeadilan.id menanyakan sikap Arteria Dahlan yang dianggap tidak sopan kepada Prof Emil Salim di acara Mata Najwa, Rusdi menjelaskan bahwa itu harus dipandang secara utuh dan tidak sepotong sepotong.

“Dalam pandangan saya, tidak ada yang dilanggar oleh Bang Arteria. Namun publik juga harus maklumlah bila ada hal hal yang dianggap tidak berkenan di hati. Bukan malah digoreng sedemikian rupa. Seolah-olah bang Arteria Dahlan sosok yang jahat dan tidak punya penghormatan kepada sosok yang lebih tua,” tegasnya.

Ia menambahkan, pada acara tersebut Rusdi yakin, Arteria cukup tahu diri apa yang harus dilakukan. Ia juga berharap peristiwa tersebut tidak perlu dibesar-besarkan.

Baca Juga :  Rusdi Ali Hanafia: Suhendra Hadikuntono Sipil yang Pas Pimpin BIN

“Karena tidak produktif dan baik bagi kebaikan bangsa Secara keseluruhan. Malah sebaliknya, kita harus dukung peran dan tugas bang Arteria Dahlan sebagai anggota DPR agar terus memberikan yang terbaik Bagi bangsa dan negara,” tutup Rusdi. (TMS)

Loading...

Baca Juga