oleh

Muktamar Luar Biasa dan Milad Ke-75 GPI Digelar Bulan Oktober

SUARAKEADILAN.ID – Tanggal 2-4 Oktober 2020 mendatang, Gerakan Pemuda Islam (GPI) berencana menggelar kegiatan Muktamar Luar Biasa. Kegiatan MLB tersebut bertepatan dengan Milad Ke-75 Gerakan Pemuda Islam.

Menurut Ketua Panitia Khoirul Amin, Muktamar Luar Biasa dan Milad ke-75 mengambil tema “Mengembalikan Khittah Perjuangan Pemuda Islam Dalam Menjaga Pancasila Sebagai Ideologi Negara”. Dijelaskan, pada 2 Oktober 1945 para pemuda Islam Indonesia membentuk suata wadah perjuangan Pemuda Islam yang saat ini dikenal dengan nama Gerakan Pemuda Islam (GPI).

Pendirian GPI dipelopori oleh para tokoh pemuda Islam waktu itu, antara lain Mohammad Natsir, Abdul Kahar Muzakir, Wahid Hasyim, dan Buya Hamka. Diawal berdirinya, GPI diketua oleh Harsono Tjokroaminoto. Putra tokoh bangsa dan juga tokoh pergerakan nasional H.O.S Cokroaminoto.

Baca Juga :  Mengapa Ijtimak Ulama II, II, III Tak Memiliki Pengaruh Politik Signifikan?

“Pada 2 Oktober 2020 ini, GPI telah genap berusia 75 tahun. Selama kurun waktu tersebut, GPI telah menunjukkan kiprahnya sebagai organisasi pemuda Islam. Dan sebagai agen of Change and Social Control,” kata Khoirul Amin di Markas GPI jalan Menteng Raya 58 Jakarta Pusat.

Mengenai diadakannya Muktamar Luar Biasa, Amin menjelaskan, regenerasi struktural dalam organisasi GPI merupakan keharusan untuk dilaksanakan. Karena hal ini adalah amanah konstitusi organisasi dan dalam rangka menjaga kesinambungan organisasi. Ia menegaskan, pentingnya regenerasi struktural dalam GPI, mengharuskan OKP Islam ini segera menyelenggarakan Muktamar dan/atau Muktamar Luar Biasa.

“Guna memilih pemimpin baru. Diharapkan dengan kepemimpinan baru dan dengan program-program baru, mampu menjadi motor penggerak organisasi secara massif. Karena kepengurusan pada saat ini sudah berjalan selama 6 tahun,” ujar Amin.

Baca Juga :  Pastikan Kedaulatan Rakyat Tidak Dicurangi, GPI Instruksikan Gelar Aksi Massa Se-Indonesia

Menurutnya, keterlambatan menyelenggarakan Muktamar oleh kepengurusan PP GPI saat ini, adalah merupakan bentuk pelanggaran konstitusi organisasi. Karenanya, harus diambil langkah penyelamatan secara organisatoris dan konstitusional.

“Regenerasi struktural harus segera dilakukan. Maka Muktamar Luar Biasa menjadi pilihan secara konstitusional untuk dilaksanakan,” tegasnya.

Selaku Ketua Panitia Pelaksana Muktamar Luar Biasa & Milad Ke-75, ia berharap seluruh kader, anggota, alumni dan para donatur ikut berpertisipasi secara moril maupun materiil. Amin menyebut, partisipasi semua elemen dibutuhkan demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan yang akan dilaksanakan.

“Karena melihat pentingnya kegiatan tersebut. Untuk proses regenerasi dan kesinambungan organisasi Gerakan Pemuda Islam, agar selalu dapat berkontribusi. Baik itu kepada Agama Islam, Ummat, Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutupnya. (OSY)

Loading...

Baca Juga