oleh

Demam Berdarah, Antara Solusi Medis dan Solusi Herbal

SUARAKEADILAN – Demam Berdarah dan Solusinya. Oleh: Hj Khaerani Mukhtar S.Farm. M.Farm Klin. Apt, Dosen FKIK UIN Alauddin Makasar

Demam Berdarah atau dikenal dengan DBD masih menjadi penyakit yang mengkhawatirkan masyarakat. Bahwa Indonesia adalah negara tropis yang menjadi habitat nyamuk demam berdarah.

Dikutip dari data Kemenkes RI, tercatat ada 1.200 orang yang dinyatakan meninggal dunia dari total 126 ribu kasus DBD di Indonesia pada tahun 2017. Jumlah tersebut dilaporkan meningkat dibandingkan pada tahun sebelumya. Data tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara nomor 1 di Asia Tenggara terkait kasus DBD.

Sumber dan Bahaya DBD

DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Hal tersebut menyebabkan demam tinggi, ruam, dan nyeri otot dan sendi. Juga, menyebabkan kebocoran plasma yang mengakibatkan perdarahan serius, penurunan tekanan darah tiba-tiba (syok), bahkan kematian.

Jelasnya, sumber penyakit ini adalah trombosit. Salah satu komponen sel darah. Trombosit ini bagian kecil dari sel darah, yang terbesar adalah sel darah merah atau dikenal dengan eritrosit. Trombosit berperan dalam proses pembekuan darah. Jumlah trombosit yang terlalu rendah beresiko menimbulkan perdarahan yang masif. Trombositopenia yaitu konsentrasi trombosit < 100.000/mm3. Inilah, salah satu indikasi penyebab kematian.

Solusi dan Obatnya

Pada saat kondisi trombositopenia ini, salah satu mengatasinya adalah dengan transfusi trombosit atau platelet. Transfusi trombosit banyak digunakan untuk mencegah komplikasi perdarahan pada pasien DBD akibat trombositopenia.

Namun, yang menjadi pertanyaan kapan sebaiknya dilakukan transfusi?

Transfusi platelet dilakukan setelah diagnosa DMD dijalankan dan   ditegakkan oleh dokter, sesuai aturan yang berlaku, yaitu melalui pemeriksaan lab penting (NS1, IgM, IgG). Kemudian nilai trombosit dibawah 100.000 dengan klinis ada pendarahan masif (epistaksis, melena, hematemesis, hemaptoe, menstruasi, lebam2)

Mengutip dari sebuah hasil penelitian dari Makroo dkk (2007) terkait pertanyaan tersebut yang menyimpulkan bahwa: Komplikasi perdarahan sering terjadi pada pasien DBD dengan trombositopenia berat. Transfusi platelet urgen diberikan pada pasien demam berdarah dengan trombosit < 20.000/mm3, karena memiliki resiko tinggi mengalami komplikasi perdarahan.

Sedangkan pasien DBD dengan trombosit antara 20.000/mm3 – 40.000/mm3, memiliki indikasi mendapat transfusi platelet hanya jika menunjukkan tanda-tanda manifestasi perdarahan yang jelas.

Pasien DBD dengan trombosit > 40.000/mm3 masih “cukup aman” untuk tidak diberikan transfusi platelet. Bahkan, menurut pengalaman, pasien dengan trombosit 20.000/mm3 pun bisa sukses pulih selama tidak ada manifestasi perdarahan yang nyata.

Solusi Herbal

Nah selain pillihan untuk transfusi, boleh juga dengan menggunakan alternatif mengkonsumsi rebusan daun ubi jalar. Alternatif ini sebagai terapi tambahan. Daun ubi jalar ini bisa meningkatkan kadar trombosit. Ini boleh dikonsumsi walaupun belum dalam tahap trombositopenia berat.

Peningkatan kadar trombosit ini sdh diujicobakan dengan menggunakan infusa dan ekstrak pada hewan coba (skala laboratorium) dan beberapa pengalaman empiris dari beberapa daerah.

Jadi, berdasarkan data tersebut, daun ubi jalar bisa menjadi pilihan. Yaitu dengan melakukan rebusan daun ubi jalar 7 sampai 10 helai menggunakan air 300 mL yg di rebus hingga mendapatkan 200mL (1 gelas). Sebaiknya, sekali rebus itu untuk sekali minum.

Olehnya itu, hidup bersih adalah komponen yang sangat berperan dalam menjaga kesehatan yang optimal. Sebagaimana, yg dipahami bahwa ” mencegah lebih baik dari pada mengobati”. Semoga bermanfaat. (SUB)

Loading...

Baca Juga