oleh

Kenali Bakat Dan Potensi Melalui Pendidikan Alternatif Selain Sekolah

Kenali Bakat Dan Potensi Anda Melalui Pendidikan Alternatif Selain Sekolah. Oleh : Subairi, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mukhlisin DDI Paria.

Saya dan anda pasti mempunyai banyak sekali teman yang dulunya waktu kita sekolah pintar banget. Jago kimia, akuntansi, matematika, biologi pokoknya semua materi akademik itu dilahap habis sama mereka. Tapi suatu kenyataan yang agak aneh, teman-teman yang katanya dulunya pintar sewaktu sekolah pas terjun di dunia nyata, sekarang di kehidupan nyata mereka hidupnya biasa-biasa saja. Malah kalah sama anak yang dulunya sewaktu sekolah itu biasa-biasa saja. Atau bahkan cenderung kurang dalam hal akademik.

Apa penyebabnya? Penyebab pertama orang yang kita anggap pintar itu ternyata pintarnya sebatas teori tidak pernah memperaktekkan. Benar enggak? Mereka pintar hitung-hitungan, menyelesaikan soal, membaca rumus, ya sudah itu cuma sebatas teori.

Baca Juga :  Logika Agama Diantara Watak Islam Yang Sering Ditinggalkan Ummat

Penyebab kedua mereka hanya pintar secara akademik. Mereka jadi terlalu sering berfikir. Mereka lambat dalam take action. Anda tahu tidak, bak devisa kita alias para TKI dan TKW mereka sewaktu sekolah, pengetahuannya biasa-biasa. Prestasi akademiknya biasa-biasa saja, tapi mereka nekat. Berani berangkat keluar negeri padahal belum bisa berbahasa inggris. Banyak yang sukses di sana. Jadi jangan sampai kita yang titelnya S1, S2, S3  kalah nekat sama mereka yang cuma lulusan SD atau SMP. Tapi nekatnya mereka bukan nekat konyol, mereka punya keyakinan bahwa hidupya harus berubah lebih baik.

Penyebab yang ketiga, sekolah kita mendoktrin anak-anak bahwa pintar akademik saja sudah cukup. Buktinya, setiap hari kita dijejali dengan materi akademis. Cara belajarnya menghapal. Tidak ada waktu untuk mengasah bakat dan minat, hobi dan potensi. Motivasi belajarnya hanya untuk lulus ujian dengan nilai yang baik.

Lama-lama anak-anak kita menganggap bahwa teori is enough. Setelah mereka terjun di masyarakat, mereka kaget kok gini ya. Ternyata beda, apa yang dipelajari di sekolah dengan yang dialami di masyarakat. Di masyarakat, kita harus pintar berkomunikasi, bernegosiasi, mudah diajak kerjasama sama orang lain. Harus punya inisiatif, harus berani mencoba, harus berfikir kreatif, harus pintar baca situasi. Karena kalau tidak kita hanya bisa jadi pengikut, karena tidak bisa bersaing dengan orang-orang yang lebih gigih, dan punya pemikiran kritis.

Baca Juga :  Logika Agama Berlindung Atas Dua Permohonan Iblis Yang Dikabulkan

Penyebab yang keempat, terlalu mengandalkan teori. Karena sejak kecil kita dididik untuk terus membaca buku, menghafalkan teori, tahu banyak informasi. Itu sangat bagus, namun akhirnya kita terbawa sampai dewasa. Setiap kali kita mau bertindak, kita mencari refrensi-refrensi teori. Kita terlalu banyak pertimbangan dan tidak langsung take action.

Penyebab yang kelima, karena tidak mempunyai kecakapan sosial. Memiliki banyak kenalan itu sangat bagus, karena setiap orang yang kita kenal akan membawa kita pada banyak pengalaman dan pembelajaran. Ada penelitan yang menyebutkan bahwa dari 20 karakter orang yang sukses, karakter yang pertama yang paling banyak dimiliki adalah kemampuan berkomunikasi, kejujuran, kemampuan bekerja sama dengan orang lain. Sedangkan IPK ada pada urutan ke 17. Jangan hanya sekolah saja tetapi nikmati dunia luar, bergabung beragam komunitas.

Loading...

Baca Juga