oleh

21 Santri Ponpes DDI Mangkoso Lanjutkan Study ke Universitas Al-Azhar

SUARAKEADILAN – Sebanyak 21 Santri Asal Pondok Pesantren DDI Mangkoso kabupaten Barru Sulawesi Selatan melanjutkan studinya ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Universitas ini dikenal sebagai lembaga pendidikan tinggi tertua di dunia. Pelepasan santri dipimpin oleh andre gurutta Prof Dr H M Faried Wadjedy MA selaku pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso di Masjid Raya Makassar, Jumat (30/11/2018)

Selaku pimpiman Pondok Pesantren DDI Mangkoso H M Faried Wadjedy memberikan 11 nasehat atau petuah sebagai pegangan buat santri  yang akan berangkat. Yang pertama adalah sucikan niat dan ikhlaskan beramal . Kedua, konsisten dalam melaksanakan ajaran Ahlus Sunnah.

“Yang ketiga adalah utamakan yang paling pokok belajar, belajar, dan belajar. Yang keempat mengetahui klasifikasi kepentingan (primer, skunder, tersier-red). Yyang kelima persiapkan diri menghadapi tangtangan,”  kata Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso.

Lanjut Faried Wadjedy, nasehat yang keenam harus cepat, dan cerdas, dewasakan diri. Yang ketujuh, ingat ummat yang sangat membutuhkan anda. Yang kedelapan, hati-hati dengan godaan wanita atau cewek. Sedangkan yang kesembilan adalah hindari ajaran yang berada diluar universitas Al-Azhar yang tentunya paham yang radikal, extrim dan anarkis. Yang kesepuluh hati-hati dengan aktif berorganisasi, karena banyak yang gagal terlalu larut dalam organisasi dan melupakan kuliahnya.

Pendiri Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Kairo tahun 1977 yang juga sebagai pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso serta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Barru ini melanjutkan pesannya yang terakhir. Yaitu pesan yang kesebelas.

“Mengutip salah satu kaulul hukama (kata-kata bijak ulama-red) yang artinya barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti dapat atau sampailah pada tujuannya,” tutup Faried Wadjedy (SBR)

Loading...

Baca Juga