oleh

Program Doktor Umpar Mengelar Seminar Proposal Desertasi

SUARAKEADILAN – Prodi pendidikan Agama Islam program doktoral program pascasarjana Universitas Muhammadiyah Parepare (Umpar) mengelar seminar proposal disertasi. Acara ini digelar di aula pascasarjana lantai dua, jalan Jenderal Ahmad Yani nomor Km. 6 Bukit Harapan, Soreang, kota Parepare, Sulawesi Selatan, Minggu, (09/12/2018)

Adapun peserta dalam kegiatan tersebut adalah dua peserta kandidat doktor Universitas Muhammadiyah Parepare angkatan pertama. Dan sebagai peserta partisipan suluh mahasiawa program doktor atau S3 program jurusan (prodi) Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Parepare (Umpar). Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09:30 WITA.

Bertindak sebagai penguji, Prof Dr H Ambo Asse MA, Pimpinan Muhammadiyah Provinsi Sulawesi Selatan yang juga dosen di Universitas Muhammadiyah Parepare, Prof Dr H Muhammad Siri Dangga MS, Rektor Universitas Muhammadiyah Parepare, Dr Drs Amaluddin M.Hum, Direktur Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Parepare, Dr st Wardah Hanafie Das M.Pd, Ketua program studi pendidikan Agama Islam Pendidikan Doktoral Universitas Muhammadiyah Parepare, Dr Hakim Jurmiah Lc MA, Dosen Universitas Muhammadiyah Parepare, Dr Abdul Khalik M.Pd.

Muhammad Tahir selaku presenter pertama. Dengan judul proposal desertasi “Model dan standarisasi praktek klinik mahasiswa STIKES Muhammadiyah Sidenreng Rappang dalam Implementasi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan perspektif pendidikan Islam”.

Judul ini dirasa penguji sangat menarik sehingga terjadi perdebatan dan dialog yang hangat antara presenter dengan tim penguji. Banyak asumsi atau masukan yang ditawarkan oleh demi kesempurnaan karya ilmiah dan mempermudah presenter untuk meneliti pada tahapan selanjut. Terutama masalah refrensinya perlu ditambah supaya karya ini semaking berkualitas.

Sementara Ishak selaku presenter yang kedua memaparkan judul proposal disertasinya. “Modifikasi pendidikan Islam masa depan pada kelas ibu hamil di Kabupaten Sidenreng Rappang dalam mewujudkan generasi yang unggul telaah kritis pendidikan Islam bagi ibu hamil”.

Judul ini menurut tim penguji sudah sangat lazim atau umun. Sehingga presenter atau peneliti harus mencari novelti atau kebaharuan. Dengan menggunakan pendekatan sains, pendidikan Islam, dan kearifan lokal. Kegiatan tersebut berlangsung dengan tertib dan lancar.

“Para kandidat doktor ini bisa memahami dan mendalami motede penelitian. Dan bisa mempertahankan hasil penelitiannya di hadapan penguji dan para peserta partisipan. Juga nantinya penelitian ini bisa dimanfaatkan juga oleh masyarakat,” kata st Wardah Hanafie Das diakhir acara kepada suarakeadilan.id. (SUB)

Loading...

Baca Juga