oleh

Erna Rasyid Taufan Ingatkan Dampak Harta Haram Terhadap Keluarga

SUARAKEADILAN – Sebagai istri seorang Walikota Parepare, Erna Rasyid Taufan mengingatkan bahwa harta haram yang digunakan untuk menghidupi keluarga, akan berdampak negatif terhadap kehidupan berkeluarga. Harta yang dikumpulkan dengan cara haram seperti korupsi, sesungguhnya tidak mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Demikian dijelaskan oleh hafidzah Qur’an ini dalam sosisialisasi SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi). Tema yang diangkat adalah “Pencegahan Korupsi Berbasis Keluarga”. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan yang bekerjasama dengan  Institut Agama Islam Kota Parepare, Minggu (10/3/2019). Acara tersebut digelar dikampus Institut Agama Islam Kota Parepare Sulawesi Selatan.

Hadir dalam acara tersebut istri DWP Kanwil Kemenag Sul-Sel, Hj Rismayanti Anwar Abu Bakar. Istri DWP Kemenag Parepare, Hj Astuti Abdul Gaffar dan istri Ketua DWP IAIN Parepare, Muliani Ahmad. Hadir pula peserta dari berbagai instansi lainnya.

Baca Juga :  Kelompok Belajar Efektif, Sebuah Opini I Wayan Budiartawan
Erna Rasyid Taufan yang menjadi Pembina Majlis Anak Sholeh kota Parepare, mengingatkan peran penting keluarga. Penulis Buku Al-Quran dan Rahasia Umur 40 Tahun ini juga menekankan peran istri dalam memerangi korupsi. Karena seorang suami akan selalu digoda oleh setan dengan harta haram.  

“Keluarga adalah merupakan institusi dan pondasi utama dalam membentuk karakter dalam mengantisipasi budaya korupsi. Terutama peran istri. Sangat penting untuk menciptakan budaya bersih dari korupsi dalam keluarga,” kata Erna Rasyid Taufan.

Lanjut penulis buku “99 Doa Sehari-Hari” ini, Al-Quran secara tegas sudah sudah mengajarkan kepada kita. Agar menjaga diri kita sendiri dan keluarga dari api neraka. Artinya, interaksi sosial yang baik selalu berasal dari diri dan keluarga yang baik pula. Terlebih lagi jika ada anggota keluarga yang mendapatkan amanah berupa jabatan.

Baca Juga :  Dua Warga Kabupaten Wajo Dapat Bantuan Rumah Impian

“Ini berarti, bahwa jika keluarga sudah baik maka insya Allah intraksi sosial kita dengan masyarakat akan baik. Dan keluarga yang baik, jika diberi amanah, akan menjadi orang yang bertanggung jawab terhadap amanah tersebut,” jelas Erna Rasyid Taufan.

Sebagai seorang istri Walikota, Erna Rasyid Taufan berpesan agar selalu waspada dari korupsi. Apapun bentuknya, korupsi adalah harta haram yang tidak memberikan berkah sama sekali.

“Kita semua harus waspada dan selalu mawas diri dari yang namanya korupsi. Harta haram itu sangat berdampak negatif dalam hidup dan menghilangkan keberkahan,” jekas Erna Rasyid Taufan.

Diakhir paparannya, Caleg DPR RI dapil 2 Sulawesi Selatan nomor urut 3 dari Partai Golkar ini meyakini keluarga besar kementerian Agama bersih dari korupsi. Hal ini karena bagi mereka mempunyai lima nilai budaya kerja, yang teraplikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Wanita Islam Kota Parepare Budayakan Lorong Syariah

“Warga Kementerian Agama baik provinsi maupun Kabupaten atau kota akan terhindar dari budaya korupsi. Karena kami mengetahui bahwa Kemenag RI mempunyai lima nilai budaya kerja (Integritas, Profesional, Inovasi,Tanggung Jawab, Keteladanan-red). Kalaulah lima budaya ini kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, maka akan terbentuk sebuah keyamanan, kesajahteraan serta ketentraman,” tutupnya. (SUB) 

Loading...

Baca Juga