oleh

Cetak 1.200 Hafidz, Wajo Menuju Kabupaten Qurani, Religi, dan Santri

SUARAKEADILAN – Menjadikan kabupaten Wajo sebagai kabupaten Qurani, religi dan santri adalah satu diantara 25 program andalan Dr. H. Amran Mahmud, M.Si. Ia yakin jika generasi muda Wajo menghafal Al-Quran 30 juz, mereka memiliki masa depan yang cerah.

Hari jadi Kabupaten Wajo yang ke 620 memberi kebahagian tersendiri. Kerja keras Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Wajo, dalam mewujudkan masyarakat wajo yang maju dan sejahtera, masyarakat yang baldatun tayyibatun werabbul ghafur, akan segara terwujud. Pasalnya, Quantum Akyar Institute binanaan Ustad H. Adi Hiadayat, MA melakukan kerjasama dengan pemda Wajo. Mewujudkan salah satu dari 25 program andalan Bupati Wajo, yaitu mencetak 1.200 Hafidz Al-Quran.

Penandatanganan nota kesepahaman Bupati Wajo, Dr. H. Amran Mahmud M.Si bersama dengan orang nomor satu Quantum Akyar Institute, Adi Hidayat, dilaksanakan selesai sholat magrib sekitar pukul. 19.00 WITA di Masjid Agung Ummul Qura Sengkang Sulawesi Selatan. Kamis malam (29/03/2019). Ribuan masyarakat ikut serta hadir di masjid kebanggaan masyarakat Wajo ini.

Amran Mahmud, selaku bupati baru di Kabupaten Wajo mempunyai keinginan besar memajukan masyarakat Wajo. Ia meyakini, dengan mencetak penghafal Quran, maka kabupaten Wajo akan sejahtera.

“Sekalipun tentu sebagus apapun program kita, pasti ada yang pro dan kontra. Ini adalah merupakan sunnatullah yang harus kita jalani. Insya Allah, ke depan Kabupaten Wajo akan menjadi kabupaten Qurani, religi dan Santri. Dimana akan lahir para penghafal Al-Quran. Minimal tiap tahunnya bisa kita wisudakan sekitar 1.200 para penghapal Al-Quran. Yang berasal dari delegasi setiap desa yang ada di Kabupaten Wajo,”kata Bupati Wajo.

Lanjut Amran Mahmud, kalau generasi muda sudah bisa menghafal Al-Quran 30 juz, perguruan tinggi mana yang akan menolak dijadikan sebagai tempat kuliah. Mulai dari skala nasional sampai internasional. Bupati Wajo yakin dan percaya generasi muda wajo akan semakin cerdas dan masa depannya akan cerah.

“Semoga para penghafal ini nantinya bisa juga dimanfaatkan oleh masyarakat, sebagai imam shalat lima waktu. Karena terus terang, sekarang ini terutama saat menghadapi masuknya bulan suci Ramadhan, banyak sekali panitia masjid, yang sibuk mencari para penghafal Al-quran. Untuk dijadikan imam shalat, terutama imam shalat tarawih. Program gerakan masjid cantik yang saya buat, motifnya agar masjid yang ada di Kabupaten Wajo sesuai dengan standar. Terutama fisiknya,” tutup Bupati Wajo. (SUB)

Loading...

Baca Juga