oleh

Kyai Muda Banten Minta Prabowo Bersabar Tunggu Hasil Real Count KPU

SUARAKEADILAN – Sikap Prabowo Subianto yang terkesan arogan dalam mensikapi hasil Quick Count membuat geram Kyai Muda Banten. Kyai Sukron Makmun yang juga pengurus PW NU dan MUI Banten menegaskan kepada suarakeadilan.id bahwa apa yang dilakukan oleh Prabowo dalam mengklaim kemenangan merupakan tindakan yang tidak etis apalagi sambil mempertontonkan kesalehan yang bersifat privasi kepada publik.

Hal ini bisa menimbulkan keresahan dan memicu gesekan horizontal di masyarakat. Seharusnya Prabowo bisa menahan diri dan tetap bisa mengendalikan emosinya melihat hasil quick count yang memenangkan pasangan Jokowi Makruf.

Dalam hal ini Kyai Muda Banten ini menyampaikan hal-hal berikut kepada suarakeadilan.id sebagai nasehat kepada Para elit politik khususnya kepada kedua Tokoh Pak Jokowi dan Pak Prabowo yang sekarang sedang berkontestasi.

“Hitungan yang paling absah adalah Real Count (RC). Kita semua idealnya menunggu hasil RC yang akan diumumkan oleh KPU sesuai jadwal yang telah ditentukan. Para elit atau tokoh agar dapat memberikan statement-statement simpatik. Bukan statement provokatif yang tidak bertanggungjawab,” kata Kyai Sukron Makmun.

Baca Juga :  Prabowo: Saya Tidak Kasih Duit Malah Rakyat Yang Lempar Duit ke Saya

Lanjutnya, QC adalah indikator. Meskipun demikian, QC tetap menggunakan metode saintifik, dan hasilnya hampir mendekati kenyataan. Metode yang dipakai oleh lembaga survei kredibel, selama ini sudah terbukti keakuratannya. Bisa menjadi tidak akurat hanya apabila para pelaku survei (surveyor) tersebut, dalam proses melakukan surveinya tidak mengindahkan metode yang selama bertahun-tahun telah dipakai/ dipercaya oleh para ahli.

“QC, sekali lagi, bukan parameter konklusi. QC hanya kisi-kisi akurat dengan margin of error minim. Ikhtiyar manusia dengan berbagai cara profesionalnya. Secara resmi, meskipun masing-masing kubu mengklaim punya tim survei, info KPU tetap yang jadi konklusi dan patokan. Mari hormati KPU, jangan mendelegitimasi lembaga independen ini,” tegas Kyai Muda Banten ini.

Menurutnya, untuk menjadi ahli statistik seseorang perlu belajar (sekolah) bertahun-tahun, dan lulusnya tidak mudah. Lembaga survei adalah lembaga profesional yang hasil analisisnya dipakai oleh banyak perusahaan. Anda masih mempertanyakan profesionalitasnya? “If you don’t believe in random sampling, the next time you have blood test, tell the doctor to take it all”, kata AC Nielsen Jr. So, jika Anda tidak percaya dengan QC, nanti kalau tes darah, katakanlah pada dokter Anda bahwa hasil labnya meragukan. Karena mereka itu cuma menggunakan metode yang sama. Metode itu disebut “random sampling”.

Baca Juga :  4 Tahun Pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla Terindikasi Gagal Memimpin NKRI

“Jika suara yang masuk sudah 70% maka cenderung stabil, tidak akan jauh beda. Yang penting, yang menang harus tetap humble. Yang kalah harus legowo. Menang ojo mabuk, kalah ojo ngamuk (menang jangan mabuk, foya-foya, yang kalah juga jangan marah-red). Biasa saos. Sing sabar saos, kata orang Banten,”tutur Kyai Sukron Makmun.

Ia juga menghimbau Prebowo agar jangan terburu-buru mengklaim kemenangan. Kalau ingin sujud syukur lebih awal, di rumah saja, tidak di depan publik. karena perbuatan itu dapat meresahkan, dan penuh resiko.

“Jika nanti RC sudah direlease oleh KPU, dan Anda masih tidak puas, maka gunakan kanal hukum yang tersedia. Hak politik dan hak konstitusi Anda telah dijamin. Negara memberikan fasilitasi yang legal. Maka manfaatkan yang ada itu dengan cara prosedural, terhormat dan bermartabat. People power modern ialah datang ke TPS, bukan mengerahkan massa, bawa senpi atau pentungan.,” tutup Kyai Muda Banten ini. (TMS)

Loading...

Baca Juga