oleh

Delapan Putera Banten Ikuti Program Dai Ambassador ke Eropa

SUARAKEADILAN.ID – Dompet Dhuafa melalui program Cordofa (Corps Dai Dompet Dhuafa) kembali mengirimkan duta dakwah (Dai Ambassador), 8 diantaranya adalah putera Banten. Pada tahun 2019 ini ada 29 Dai Ambassador untuk disebar ke 16 negara.

Dompet Dhuafa (DD) yang selama ini dikenal oleh masyarakat sebagai lembaga Filantropi, sejatinya adalah lembaga Dakwah. Rumah Sehat Terpadu, sekolah Smart Ekselensia, dan juga rumah-rumah pemberdayaan warga di sekitar zona Madina di Parung, Bogor, Jawa Barat adalah bentuk nyata dari dakwah ‘bil hal’ yang dipersembahkan kepada ummat, khususnya kaum dhuafa. Misi DD dari awal adalah menyejahterakan kaum yang serba terbatas terutama secara ekonomi, maupun pendidikan.

Ramadhan tahun 1440 H. ini DD melalui Cordofa (Corps Dai Dompet Dhuafa) kembali meluaskan spektrum dakwahnya ke seluruh penjuru dunia dengan mengirim duta dakwah ( Dai Ambassador). Program ini semakin memperjelas keberadaan DD sebagai lembaga dakwah.

Baca Juga :  Jangan Underestimate Pekerja Migran Indonesia di Hongkong & Macau

Tujuannya adalah ingin menjangkau masyarakat Indonesia yang sedang berada di luar negeri. Menurut Hardy Agusman, koordinator Dakwah Internasional, Cordofa mengatakan bahwa melalui program Dai Ambassador (DA), DD ingin menjangkau segmen yang selama ini agak terabaikan. Selama ini program-program pemerintah biasanya lebih berorientasi pada pembangunan fisik (badan). DA akan fokus pada pembangunan jiwa setiap anak bangsa di manapun berada.

“Pemerintah diharapkan dapat mensupport dari segi budgeting untuk program-program semacam ini”, tambah Hardi saat melakukan audiensi dengan pejabat Kementerian Luar Negeri RI di kantor Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI), salah satu direktorat di Kemenlu RI, Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (6/5/2019).

Foto Bersama Delapan Putera Banten Ikuti Program Dai Ambassador ke Eropa

Pada tahun 2019 ini ada 29 Dai Ambassador untuk disebar ke 16 negara (di benua Eropa, Australia, Amerika, dan Asia). Cordofa ini mewadahi aspirasi beberapa ormas besar yang ada. Sehingga siapapun yang berdiri di sini, akan lebih terhormat daripada mereka yang berdiri di bawah bendera partai politik maupun bendera ormas. Karena di sini para DA dapat membantu, menolong dan menjangkau siapapun tanpa sekat partai/ golongan apapun.

Putera Banten, Kyai Sukron Makmun, salah satu DA asal Serang, Banten mengatakan bahwa selama ini ada anggapan dari beberapa kelompok masyarakat seolah DD itu hanya mengakomodir kelompok tertentu (kanan-red). Pandangan ini perlu diluruskan. Yang benar DD justru menampung semua Ormas, kelompok dan golongan, selama punya misi yang sama yaitu misi kemanusiaan dan keislaman yang moderat dan rahmatan lil alamin.

Baca Juga :  Logika Agama Jangan Mudah Mengkafirkan. Opini Subairi

Misalnya, dalam hal distribusi Ziswaf, prinsipnya adalah bergilir dan bergulir, dan juga mengikut asas teritorial. Artinya penarikan dan distribusinya itu berdasar pada fikih lokal. Menurut Prof. Amin Suma, “kata al-Ma’ruf dalam konteks zakat itu diartikan sebagai kebijakan lokal”. Di sini tersirat bahwa lokalitas dan kearifan lokal menjadi acuan fiqih zakat yang dikelola DD.

Kyai Sukron cukup terkejut, ketika di masjid Zona Madinah. Shalat subuh menggunakan qunut, sebagaimana masjid-masjid yang dikelola oleh Nahdliyyin. Bahkan dalam acara pembekalan yang berlangsung sejak tanggal 29 April-4 Mei pun ada salah satu materi diisi oleh mudir Aam Jatman. Ia adalah anggota Dewan Penasehat Syariah Dompet Dhuafa. Para Dai juga ditalkin zikir Thareqat Qadariyah Naqsabandiyah.

Baca Juga :  Halaqah Nasional Ponpes DDI Mangkoso Bahas Mahzab Google

“Semoga para DA betul-betul dapat memberikan kontribusi positif dalam dunia dakwah nasional maupun konteks global. Meretas Dakwah Melintas Batas. Berdakwah secara maksimal untuk menegakkan agama Allah. Tanpa terganggu oleh sekat ormas, golongan, sekat kewarganegaraan, maupun sekat batas negara,” harap Kyai Sukron. (TMS)

Loading...

Baca Juga