oleh

Rohingya, Etnis Muslim Yang Hampir Tenggelam Dibawah Pedang Ketidakadilan HAM!

Rohingya, Etnis Muslim Yang Hampir Tenggelam Dibawah Pedang Ketidakadilan HAM! Oleh: Mariana,S.Sos, Pemerhati Sosial dan Politik.

Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan perlakuan hukum yang adil serta mendapat kepastian hukum dan perlakuan yang sama di depan hukum. Setiap orang berhak atas perlindungan hak asasi manusia dan kebebasan dasar manusia, tanpa diskriminasi. Ini adalah sepenggal kalimat indah dari HAM, kenyataannya banyak manusia bahkan komunitas yang harus merasakan ketidakadilan perlakuan, terusir, terhina, bahkan jiwanya tidak dihargai, salah satu contoh nyata adalah Rohingya yang harus terusir dari negerinya sendiri karena diskriminasi dari penguasanya.

Harta, agama, kehormatan dan jiwa etnis Rohingya tidak dihargai, mereka diperlakukan lebih rendah dari hewan, dan dunia hanya diam, pegiat HAM dan negara yang doyan kampanye HAM,bahkan mengeluarkan deklarasi hak asasi manusia, tidak ada yang melakukan pembelaan dalam bentuk perbuatan hanya kecaman seperti burung yang berkicau, tidak berarti dan tidak berefek pada penguasa Myanmar yang arogan.

Pesona dunia hanya tertuju pada Aung San Suu Kyi peraih penghargaan nobel perdamaian, tapi rohingya seolah terlupakan, Rakhine salah satu daerah di Myanmar telah melalui banyak penderitaan, tidak ada kedamaian yang dirasakan penduduknya, teror dan pembantaian terus terjadi, pelanggaran kehormatan dan perampasan hak beragama menjadi berita yang memilukan, tangisan anak-anak dan wanita menajdi hal yang lazim, harta mereka direbut dan dihancurkan, tubuh masyarakat Rohingya di hinakan, jiwa mereka terenggut oleh tangan tirani kekuasaan tanpa ada pembelaan dunia.

Baca Juga :  JAKI: Kasus HAM dan Kriminalisasi Dibawa ke Pengadilan Internasional

Rohingya terusir dari negerinya terlunta di laut lepas dan bermigrasi ke negara lain tanpa sanak keluarga, dengan jiwa terguncang dan keletihan yang tidak dapat di gambarkan oleh manusia.Ada negara yang berempati terhadap mereka tapi tidak sedikit yang menolak kehadiran mereka padahal mereka telah lama terkatung di laut lepas yang kemungkinan banyak dari mereka yang telah meninggal dunia dalam pelariannya apakah karena tenggelam dilautan ataukah karena sakit dan kelaparan sebab mereka tanpa bekal logitistik dan obat-obatan yang memadai.

Dilansir oleh SERAMBINEWS.COM, Pada Rabu 24/6/2020, sebuah kapal bermuatan 94 orang etnis Rohingya terdampar di lepas pantai Seunuddon, Aceh Utara. Berbeda dengan biasanya, kedatangan para manusia perahu etnis Rohingya ke perairan Aceh kali ini di sambut pro dan kontra oleh masyarakat. Namun karena pendemi virus corona yang masih mewabah di dunia, sikap warga Aceh terbelah menjadi dua.

Karena itu menolak lupa bahwa HAM tidak memberi efek pada negeri muslim, contoh nyata adalah Rohingya salah satu etnis muslim Rakhine di Myanmar yang hampir punah karena tirani kekuasaan dalam belenggu diskriminasi kemanusiaan. HAM seolah pedang yang tajam pada barat dan sekutunya tapi tumpul pada kaum muslim. Tentu barat yang dimaksud adalah Ideologi dan Politik. Jika itu menyangkut kepentingan barat maka HAM bergema tapi jika menyangkut kepentingan muslim maka HAM jadi redup.

Tentu beda perlakuan antara Israel dan Rohingya, padahal Israel adalah benalu yang hidup di negeri palestina, Israel mendapat dukungan penuh dari barat dari segala aspeknya termasuk persenjataan bahkan untuk memerangi Palestina. Sedang bagi Rohingya, barat bergeming, tak melakukan apapun untuk melepaskan Rohingya dari jeratan tirani kekuasaan, tidak membebaskan Rohingya dari diskriminasi kemanusiaan. Tidak melindungi Rohingya dari perlakuan hukum yang tidak adil.

Baca Juga :  Suara Langit Untuk Prabowo, Sebuah Opini Asyari Usman

Sungguh topeng barat itu telah tersingkap dengan banyaknya fakta yang ada di dunia muslim, tapi kenapa kaum muslim tetap terpesona dengan barat. Apakah kaum muslim tidak yakin dengan Syariatnya, padahal 13 abad lamanya Islam memimpin dunia dengan kalimat agung tauhid, Islam Berjaya dibawah kekuasaan Rasulullah dan para Khalifahnya, Apakah kaum muslim tidak yakin bahwa saat ini, Islam mampu memimpin dunia dengan Alqur’an dan Sunnah Rasulullah, Apakah kaum muslim tidak yakin bahwa Syariat mampu menyelesaikan seluruh problematika umat saat ini mengungguli peradapaban Kapitalis maupun Sosialis.

Apakah kaum muslim masih meragukan syariat yang dibawah oleh Rasulullah Muhammad SAW, Apakah kaum muslim masih ragu dengan pemerintahan Islam dibawah panji tauhid dan kemuliaan aturannya yang dijalankan oleh pemimpin yang amanah. Ataukah kaum muslim masih berfikir bahwa Islam sama seperti yang digambarkan secara sepihak oleh barat dengan nada sarkastis bahwa islam adalah agama bar-bar, doyan kekerasan dan penindasan, lalu bagaimana dengan barat sendiri yang doyan membuat senjata untuk menghancurkan dan membunuh manusia? berapa banyak tragedi kemanusiaan yang diciptakan oleh barat yang Kapitalis maupun Sosialis?.

Lalu mengapa kaum muslim masih terpesona dengan ucapan barat yang memusuhi Islam dan sering membuat kerusakan dimuka bumi?. Padahal yang lebih paham Islam adalah kaum muslim sendiri, kalau kaum muslim sendiri tidak yakin dengan Syariatnya mampu untuk memimpin dunia dengan sistem pemerintahan dalam bentuk institusi berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasulnya, lalu untuk apa kita memeluk Islam? Apakah kaum muslim tidak yakin bahwa Islam akan bertindak adil dan menyejahterakan seluruh masyarakat tanpa memandang ras, etnis, agama, asal daerah, keturunan, dll?.

Baca Juga :  Lamban Dalam Distribusi Bantuan, Ade Selon Minta Direktur PD Pasar Jaya di Evaluasi

Apakah kaum muslim tidak pernah paham bagaimana Rasulullah dan para Khalifah memimpin masyarakat hingga mencapai kegemilangan yang tidak pernah terjadi pada sistem dan peradapan selain Islam, bagaimana keadilan Islam pada manusia secara menyeluruh, Will Durant, sejarawan barat mengungkapkan “ Para Khalifah telah memberikan Keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan usaha keras mereka….”.

Sampai disini apakah kaum muslim dan dunia pada umumnya, untuk seluruh manusia dan makhluk di alam semesta apakah masih tidak yakin dengan syariat penutup yang Allah SWT ridhoi, Ataukah masih tetap betah dengan peradapan Kapitalis yang berkepribadian ganda dan selalu menggunakan topeng HAM untuk menutupi ketidakadilan dan penindasannya terhadap manusia?

Karena itu, pilihan ada di tangan masing-masing, butuh kesadaran penuh untuk mengakhiri penderitaan kemanusiaan yang diakibatkan oleh peradapan Kapitalis maupun Sosialis. Dan Islam akan kembali Berjaya sebagaimana masa para Khalifah sahabat Rasulullah. Mau jadi pejuang, penonton atau pembenci itu adalah pilihan masing-masing. Wallahu a’lam

Loading...

Baca Juga