oleh

Pondok Pesantren DDI Al-Mukhlisin Paria Gelar Konseling Remaja

SUARAKEADILAN – Pondok Pesantren DDI Al-Mukhlisin Paria Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan, laksanakan kegiatan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) selama dua hari. Kegiatan ini bertajuk ” Menjadikan remaja berencana yang berintelektual, berprestasi dan berimtaq”.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai wujud kecintaan dan kesadaran santri Pondok Pesantren DDI Al-Mukhlisin Paria terhadap generasi bangsa. Sebagai agent of change, agar terhindar dari bias dan bahaya HIV/AIDS. Kegiatan tersebut diikuti seluruh pembina pondok pesantren DDI Al-Mukhlisin. Seluruh siswa Madrasah Aliyah (MA) kelas X dan XI dan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) kelas VII dan VIII lingkup Pondok Pesantren DDI Al-Mukhlisin Paria juga menjadi peserta. Kegiatan ini berlangsung di ruang belajar kelas XII Madrasah Aliyah DDI Paria Wajo, Kamis (29/11/2018).

Hadir sebagai pemateri inti dalam kegiatan tersebut Kabid KS. Disdalduk Kaupaten Wajo Hj. Asriawati,M.Si ( delapan fungsi keluarga). Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Wajo Hj. Seniawati S.Km (Kesehatan Reproduksi dan HIV/AIDS ), Duta Ganre. PI Kab.Wajo lin Nurul Magfirah (remaja kreatif dan berprestasi), Forgen Wajo Aulia Eka Puteri, S.Tr. Keb (mekanisme pengelolaan PIK-R), ForGen Wajo Herwin Ahmad, S.Pd. (Life Skill).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Ustad Subairi selaku Pimpinan Pondok Pesantren DDI Al-Mukhlisin Paria. Dalam sambutannya, ia memberikan menyatakan kegembiraannya atas terselenggranya kegiatan tersebut.

“Saya sangat bangga dan mengapresiasi kepada seluruh anggota OSIS Madrasah Aliyah DDI Al-Mukhlisin Paria yang menginisiasi kegiatan PIK-R sehingga bisa terlaksana dengan baik. Ini adalah bukti bahwa santri Madrasah Aliyah DDI Paria sudah sangat kreatif, inovatif. Karena mampu mendatang pemateri yang kompeten dibidangnya,” tutur Ustad Subair.

Sementara itu, Ketua Panitia Nuzul Akbar menegaskan pentingnya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R) ini perlu diadakan di kabupaten Wajo. Karena penyebaran HIV/AIDS dalam tahap yang mengkhawatirkan.

“Sebagai informasi, kabupaten Wajo menempati peringkat ketiga di tahun 2012. Terbesar setelah Makassar Bulumba dalam masalah HIV/AIDS. Dan ditahun 2017 menurut Komisi Penggulangan Anak (KPA -red) Sulawesi Selatan, hampir 11.710 yang terjangkit penyakit HIV/AIDS. Ini sangat memprihatin,” ujar Nuzul Akbar. (SBR)

Loading...

Baca Juga