oleh

Balai Adat Keariaan Tangerang Sikapi Sejarah Raden Aria Wangsakara

SUARAKEADILAN – Balai Adat Keariaan Tangerang sangat mengapresiasi niat baik dan langkah pemkab Tangerang yang akan mengajukan Pendiri Tangerang sebagai Pahlawan Nasional. Mengingat peran jasa Raden Aria Wangsakara yang besar dalam kesejarahan Bangsa Indonesia khususnya di Tangerang dan Kesultanan Banten.

Ia adalah tokoh penting dibalik pemberian Gelar Kepada Kesultanan Banten, Mataram dan Makassar. Pada waktu itu Gelar Raja di Kerajaan Banten masih Panembahan. Berkat peran dan lobi beliau ketiga kerajaan tersebut mendapatkan gelar Sultan dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari imperium Kekhalifahan Turki Utsmani.

Beliaulah yang melobi Syarif Zeid Alhasani Penguasa Mekkah Pada waktu itu agar memberikan gelar Sultan pada ketiga raja di imperium Nusantara.

Baca Juga :  Bupati Wajo Dukung AG KH Abd Rahman Ambo Dalle Jadi Pahlawan Nasional

Hal ini ditegaskan oleh Ketua Balai Adat Keariaan Tangerang Haji Raden Ali Akipin dalam sebuah rapat Balai Adat di Lengkong Kyai, Sabtu (9/3/2019).

“Kita dari Balai Adat meminta Pemkab untuk segera mengambil langkah langkah koordinasi. Agar penulisan sejarah Tangerang bisa satu pintu. Hal ini untuk mengindari bias persepsi dan perspektif di publik. InshaAllah Balai Adat siap juga membantu pemda untuk masalah data yang masih disimpan oleh keluarga” tegas Ketua Balai Adat Keariaan Tangerang

Hal yang senada diungkapkan juga oleh Wakil Ketua Umum Babad Banten Nasional Kyai Haji Raden Imaduddin Utsman Kresek.

“Babad Banten sangat mendukung upaya Pemkab Tangerang untuk menulis Sejarah Tangerang. Yang sesuai dengan data data yang tertulis dari keluarga Tiga Raksa. Khususnya dari keluarga Raden Aria Wangsakara. Karena beliau merupakan penguasa pertama Tangerang zaman Kesultanan Banten. Tentu saja data dari keluarga beliau sangat otentik untuk dijadikan referensi utama, ” tegas Kyai Imad

Baca Juga :  Ulama Zuriat Kesultanan Banten Sambut Positif Hasil Munas NU di Banjar

Menurut Kyai Imad, tim ahli yang ditunjuk oleh pemda seharusnya tidak hanya terfokus pada data-data bikinan Belanda. Atau dalam istilahnya data register Belanda.

“Karena berpotensi memiliki kebiasan dalam membangun konstruksi sejarah para pejuang Tangerang. Khususnya Tokoh Tiga Raksa,” tegas kyai Imad.

Ia menegaskan, baik Babad Banten maupun Balai Adat Keariaan Tangerang siap mensuport dan memberikan dukungan moril kepada Pemkab Tangerang. Dalam upaya menjaga warisan luhur para Pendiri Tangerang. Agar bisa ditransformasikan semangat juangnya kepada generasi Tangerang di masa kini dan masa depan. (TMS)

Loading...

Baca Juga