oleh

Jelang Pemilu, Camat Maiwa Ajak Warga Desa Pariwang Jaga Persatuan

SUARAKEADILAN – Dalam acara isra’ mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW yang dimotori mahasiswa KKN STAI DDI Parepare, Camat Maiwa, Muhammad Alwi mengajak masyarakat menjelang pemilihan serentak tanggal 17 April 2019, agar senantiasa menjaga persatuan.

Kegiatan ini dilaksanakan di sebuah masjid di desa Pariwang sekitar 7 Km. Dari jalan poros Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan. Sabtu malam, (6/4/2019).

Hadir dalam dalam acara tersebut Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mukhlisin DDI Paria, Ustad Subairi, selaku pembawa hikmah isra mi’raj. Camat Maiwa, Muhammad Alwi, Kepala Desa Pariwang, Yusuf Usman. Para tokoh Agama, tokoh masyarakat serta mahasiswa KKN STAI DDI Parepare.

Dalam sambutannya orang nomor satu Kecamatan Maiwa mengatakan terkadang menjelang pemilihan umum banyak gesekan antara satu dengan yang lainnya.

Baca Juga :  Delegasi Bupati Wajo Mendata Penghafal Quran di Ponpes Al-Mukhlisin
“Tetapi saya yakin masyarakat desa Pariwang akan tetap harmonis dan solid. Karena saya tahu masyarakat disini sangat agamis dan persatuannya sangat kuat. Mari kita jaga persatuan. Agar situasi saat pemilihan serentak nanti berjalan lancar dan aman,” kata Camat Maiwa.

Sementara itu, ustad Subairi dalam ulasannya menyampaikan bahwa “isra mi’raj ini adalah merupakan salah satu dari kegiatan keAgamaan yang sangat penting untuk dilaksanakan.

“Sebagai moment untuk belajar, menambal ilmu pengetahuan dan wawasan keagamaan. Jangan kita terpengaruh dengan paham-paham ektrim, radikal. Yang terkadang mengharamkan kegiatan seperti ini,” terang Ustad Subairi.

Lanjut Ustad Subairi, isra mi’raj adalah merupakan peristiwa yang sangat luar biasa. Jika kita ingin mempelajari dan mengkajinya secara mendalam, kemudian diaplikasikan dalam hidup ini. Ada pesan moral yang harus diambil dalam peristiwa isra mi’raj.

Baca Juga :  Yayasan Al Islah Mimika Papua Menggelar Pesantren Kilat

Yang pertama adalah Rasulullah saat perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa singgah shalat lima kali. Selesai shalat Rasulullah diikuti oleh jin Ifrit. pelajaran kita peroleh dari kisah ini bahwa sehebat apapun manusia akan tetap digoda oleh syaitan.

“Bahkan iblis bermohon kepada Allah untuk menggoda manusia dari arah depan belakang samping kiri dan kanan. Namun ada dua tempat yang tidak disebutkan iblis. Yaitu atas dan bawah. Seseorang yang ingin selamat dari ganguan Iblis, perbanyak berdoa dan perbanyak sujud,” tuturnya. (SUB)

Loading...

Baca Juga