oleh

Ustad Jhoni bin Ali, Guru Ngaji Kampung di Tengah Kota

SUARAKEADILAN – Diantara sedikit orang-orang yang mengabdikan diri ke jalan Allah di wilayah Tangerang, keberadaan Ustad Jhoni sebagai guru ngaji ini patut diapresiasi. Ia mengajarkan anak-anak kampung di tengah kota Tangerang membaca Al Quran tanpa memungut bayaran.

Menelusuri jalan gang di Pabuaran Kota Tangerang menjelang magrib. Suasana kampung sangat terasa meskipun berada di tengah kota Tangerang. Lantunan ayat Al Qur’an dan shalawatan terdengar dari pengeras suara masjid dan musholla. Tidak jauh dari jalan gang, suarakeadilan.id mampir ke saung Milik Ustad Jhoni. Ia adalah Guru Ngaji anak anak di kelurahan Pabuaran. Tepatnya di Jalan Merdeka Gang Beringin Rt 03/03 kampung Pabuaran Sibang Kelurahan Pabuaran Kecamatan Karawaci kota Tangerang.

Baca Juga :  Karakteristik Guru Dimasa Work From Home. Opini Tiara Octaviani

Komitmen Ustad Jhoni dalam mendidik anak anak patut di acungi jempol. Meskipun tanpa di bayar apalagi dapat gaji dari Pemerintah beliau tetap istiqomah mengajar anak anak. Beliau sudah lakoni mengajar sejak tahun 1996. Dimulai mengajar dari rumah ke rumah hingga tahun 2015 beliau mendirikan saung di tanah kontrakan.

“Saya mengajar anak anak karena panggilan hati. Ingin berbagi kebahagiaan kepada anak anak. Senang rasanya bila anak didik kita menjadi anak yang mampu berbakti kepada kedua orang tua. Menjadi manusia yang berguna dan bermanfaat bagi umat dan bangsa,” jelas Ustad Jhoni, Senin (18/3/2019).

Lanjut Ustad Jhoni, saat ini di saung ada sekitar 40 anak yang ngaji. Semuanya anak-anak warga setempat. Setiap hari mereka mengaji dari bada magrib sampai shalat Isya. Selain ngaji, anak anak juga diperkenalkan sejarah Nabi Muhammad SAW melalui pembacaan kitab Barzanzi di setiap malam jumat.

Baca Juga :  Taufan Pawe Apresiasi Seminar Nasional Yang Digelar PGMI Parepare

 

Saung Ustad Jhoni

Untuk memenuhi kebutuhan sehari hari Ustad Jhoni yang memiliki banyak keahlian. Salah satunya keahlian menggurah. Beliau melakukan itu tanpa ditarif atau seikhlasnya saja. Bahkan tidak jarang juga tanpa bayaran. Ia meyakini, rizki, kematian, jodoh, takdir baik dan buruk sudah digariskan oleh Allah SWT.

“Alhamdulillah, disini juga kami rutin bermajelis Shalawat Allohumma Barik. Bagi dulur-dulur yang mau ikut silahkan saja. Mudah mudahan segala hajat kita dimudahkan oleh Allah SWT. Cuma untuk bermajelis shalawat tempatnya di rumah abah”, tutur beliau menutup obrolan dengan suarakeadilan.id.

Semoga Pemkot Tangerang memberikan perhatian kepada pahlawan tanpa tanda jasa seperti para guru ngaji anak-anak di lingkungan warga yang jumlahnya sangat banyak. Mereka begitu istiqomah menanam, memupuk, merawat, dan mengembangkan tunas-tunas bangsa di kota Tangerang dengan Iman Islam. Agar menjadi Manusia Bertaqwa dan berakhlaqul karimah sebagaimana motto Kota Tangerang berakhlaqul karimah. (TMS)

Loading...

Baca Juga